
Pola bangku single seat di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, telah nampak indah dipandang, kemarin (15/12). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com − Persiapan Surabaya menyambut Piala Dunia U-20 tahun depan sudah sangat matang. Proses renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang dijadikan venue pertandingan sudah tuntas.
Pemkot Surabaya mulai melakukan renovasi April lalu. Targetnya, akhir tahun ini seluruh proses renovasi selesai. Artinya, pemkot mampu memenuhi target tersebut.
’’Pengerjaan Stadion GBT sudah tuntas semua. Pemasangan rumput dan single seat juga sudah selesai,’’ kata Kabid Sarana dan Prasarana Dispora Surabaya Edi Santoso kepada Jawa Pos.
Baca Juga: Kontrak Habis Desember, Tak Ada Pembicaraan, Pemain Persebaya Resah
Single seat didominasi warna hijau. Di tribun VIP, single seat membentuk tulisan ’’Gelora Bung Tomo’’. Hanya, dengan memakai single seat, kapasitas stadion kini berkurang. Awalnya, GBT mampu menampung 50 ribu penonton. Setelah memakai single seat, kapasitasnya jadi 46.806 penonton. Dengan perincian, 41.806 dari tribun ekonomi dan 5.000 lainnya dari tribun VIP.
Penerangan juga sudah terpasang dengan baik. Untuk standar menggelar laga internasional, stadion harus memiliki penerangan minimal 1.400 luks. Lalu, bagaimana dengan GBT?
’’Kami sudah pasang penerangan stadion yang total kapasitasnya sampai 2.400 luks,’’ ungkap Edi. Artinya, GBT sudah sangat layak menggelar laga bertaraf internasional.
Meski sudah siap pakai, GBT tampaknya tidak akan disewakan dalam waktu dekat. Sebab, pihak FIFA akan melakukan kunjungan ke markas Persebaya Surabaya itu. Rencananya, FIFA datang ke GBT bulan depan. Mereka bakal melihat kesiapan venue pertandingan. Sekaligus lima lapangan pendamping lainnya.
Lima lapangan pendamping itu adalah THOR, Gelora 10 November (G10N), dan tiga lainnya ada di sebelah barat GBT. Untuk THOR dan G10N, pengerjaan sudah tuntas. ’’Gelora 10 November malah sudah bisa dipakai main sepak bola,’’ tegas Edi. Hanya, tiga lapangan pendamping yang ada di GBT belum sepenuhnya tuntas.
Fisik bangunan memang sudah terlihat. Tapi, belum ada gawang maupun rumput yang terpasang. Edi menjelaskan, dalam waktu dekat, pihaknya bakal menanam rumput di tiga lapangan tersebut.
’’Untuk rumput (lapangan) latihan ini, paling tidak butuh waktu tiga bulan untuk bisa tumbuh sempurna,’’ jelasnya.
Meski tiga lapangan pendamping belum tuntas, Menpora Zainudin Amali cukup yakin dengan persiapan Surabaya. Dia memang sempat berkunjung ke Surabaya Sabtu lalu (12/12). Menurut dia, Surabaya jadi salah satu venue terbaik untuk Piala Dunia U-20 tahun depan.
’’Jadi, kalau ditanya kesiapan Jatim untuk Piala Dunia, saya sudah tahu bagaimana keseriusan dari pemerintah setempat dan Asprov Jatim. Saya pastikan Jatim sudah sangat siap,’’ tegasnya saat ditemui di Hotel Vasa (12/12).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Getafe vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Napoli vs Bologna di Liga Italia: Partenopei Menang Tipis di Stadio Maradona
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Skor Racing de Santander vs Alaves di Liga Spanyol: Harapan Baba Zorros di El Sardinero
Prediksi Skor Lille vs Troyes di Liga Prancis: Kans Calvin Verdonk Cs Pesta Gol di Kandang
Kanaya Whu Vokalis MK9 Meninggal Dunia, Dedi Mulyadi Turut Berduka
Prediksi Skor Augsburg vs Bayer Leverkusen di Liga Jerman: Die Werkself Buru Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor RB Leipzig vs Hamburger SV di Liga Jerman: Die Roten Bullen Menang di Red Bull Arena
Prediksi Skor Celta Vigo vs Malaga di Liga Spanyol: Los Celestes Taklukkan Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Persija vs Persib di Super League 2026/2027: Macan Kemayoran Menang Dramatis!

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022