Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2020 | 22.00 WIB

PSS dan PSM Tunggak Gaji, Pemain Jual Mobil karena Kantong Kosong

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Belum juga kompetisi dilanjutkan, klub-klub sudah pontang-panting diempas masalah finansial akibat pandemi korona. Hal itu berpengaruh pada pembayaran hak kepada pemain. Beberapa klub Liga 1 dan Liga 2 saat ini dikabarkan sudah menunggak gaji para pemain dan ofisial.

Salah satunya adalah PSS Sleman. Beberapa hari terakhir para pemain memasang status di media sosialnya soal ’’kantong yang kosong’’. Sebuah sindiran kepada manajemen PSS yang belum membayar gaji mereka. Padahal, jika sesuai surat keputusan PSSI, manajemen hanya wajib membayar 25 persen.

Salah seorang pemain PSS yang tidak mau disebut namanya membenarkan bahwa manajemen belum membayar gajinya untuk Mei dan Juni. ’’Padahal, ini sudah mau masuk ke pertengahan Juli. Susah bagi kami kalau seperti ini terus,’’ ujarnya.

Pemain tersebut bahkan harus rela menjual mobil pribadinya gara-gara belum gajian. Hal itu dilakukan untuk menutup kebutuhan sehari-hari bersama keluarga. Agar dapur tetap mengepul. ’’Saya juga harus bayar cicilan rumah. Terpaksa saya jual mobil. Sudah gaji dapat sedikit, tidak bayaran juga,’’ ucapnya kesal.

Pemain lain yang juga tidak mau disebut namanya mengaku terpaksa menggantungkan hidup pada usaha sampingan yang baru dirintisnya ketika pandemi korona melanda. ’’Ya kalau untuk makan saja cukup. Tapi, untuk kebutuhan lain pastinya butuh,’’ paparnya.

Lantas, apakah masalah tersebut sudah dilaporkan ke Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI)? Dia mengaku belum. Sebab, sebagian besar pemain tidak mau gegabah. ’’Ada beberapa pemain yang tidak ikut APPI, jadi kami masih menunggu iktikad baik dari manajemen. Saya rasa APPI juga pasti sudah mendengar masalah ini,’’ tuturnya.

Selain PSS, klub Liga 1 lainnya, PSM Makassar, kabarnya menunggak gaji satu bulan. Tepatnya untuk gaji Juni. Sebab, hingga pertengahan Juli ini, gaji yang dijanjikan 25 persen tak kunjung cair.

Jawa Pos berusaha mengonfirmasi kepada salah seorang pemain PSM, yaitu Bayu Gatra. Walau tidak secara tegas membenarkan, dia meminta Jawa Pos menanyakan hal itu kepada manajemen dan kapten tim Zulkifli Syukur agar lebih pantas. ’’Tidak enak saya kalau bicara langsung,’’ ungkapnya.

Di luar itu, Bayu hanya ingin bercerita soal SK terbaru PSSI perihal renegosiasi kontrak. Mantan penggawa Madura United tersebut menegaskan menolak pembayaran kisaran 50 persen yang ditetapkan. Menurut dia, hal itu sangat tidak adil bagi para pemain. ’’Para pemain maunya lebih dari itu,’’ pintanya.

Namun, satu pemain PSM yang tidak mau disebut namanya membenarkan bahwa Juku Eja menunggak gaji pada Juni lalu. Kali terakhir pemain PSM menerima bayaran adalah ketika Hari Raya Idul Fitri. Itu berarti masih masuk gaji Mei. ’’Setelah itu tidak ada. Tapi, kami yakin insya Allah dibayar,’’ ungkapnya.

Tertunggaknya gaji pada Juni dipertegas Direktur 2Touch International Khairul Asyra. Pria yang mengurusi kontrak pemain Firza Andika di PSM itu membenarkan bahwa kliennya belum menerima gaji pada Juni lalu. ’’Juga ada beberapa tunggakan kepada Firza yang belum diselesaikan,’’ paparnya.

Sementara itu, General Manager APPI Ponaryo Astaman angkat bicara mengenai isu tunggakan gaji yang dialami PSS dan PSM. Untuk PSS, dia mengaku sudah mendengar bahwa pemain belum menerima haknya selama ini. ’’Saya sudah dengar, tapi belum ada laporan resmi dari pemain. Mungkin masih mencoba persuasif ke manajemen dulu,’’ katanya.

Editor: Mohammad Ilham
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore