
Persebaya ingin kembali berpesta bersama Bonek yang memadati Stadion GBT di laga kontra Persija.
JawaPos.com – Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta sama-sama memiliki ambisi besar untuk memenangkan pertandingan yang digelar pada Minggu (4/11) sore di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT). Persija ingin menang demi menjaga kans juara. Sedangkan Persebaya harus menang demi bertahan di Liga 1.
Jika melihat posisi di klasemen saat ini, Persija dan Persebaya tak ubahnya langit dan bumi. Akan tetapi, perbedaan posisi di klasemen inilah yang membuat laga ini semakin menarik. Persija tengah berjuang untuk menjadi juara liga. Macan Kemayoran harus bersaing dengan PSM Makassar dan Persib Bandung.
Persebaya? Mereka saat ini berada pada peringkat ke-13. Tim berjuluk Green Force tersebut belum benar-benar aman dari ancaman degradasi. Sebab, Rendi Irwan dan kawan-kawan hanya berjarak tiga poin dari zona merah. Menurut kalkulasi tim pelatih, Persebaya harus memenangkan dua laga lagi jika ingin selamat dari degradasi musim ini.
“Pertandingan besok (hari ini, red) penting buat kedua kesebelasan. Persija ingin menang demi menjaga kans juara, sedangkan kami ingin menjauh dari papan bawah. Walaupun masih menyisakan enam pertandingan, kami ingin segera aman,” tegas pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman kepada awak media, Sabtu (3/11) siang.
“Track record Persija cukup positif. Mereka sering ambil poin penuh ketika away. Wajar, sebab mereka dihuni pemain berpengalaman. Secara kualitas individu, mereka cukup bagus. Ini yang harus kami antisipasi,” jabar mantan pelatih Persib Bandung itu.
Sementara kondisi Persebaya sedikit timpang. Sejumlah pemain dipastikan tidak bisa turun di laga nanti. Di antaranya Irfan Jaya dan David da Silva.
“Kami tidak bisa tampil penuh. Ada pemain yang cedera, akumulasi kartu, dan gabung Tim Nasional. Saya harus mengambil solusi dari keadaan seperti ini. Dengan kendala yang kami hadapi, kami tidak boleh miss dan harus berupaya mengambil tiga poin,” tegas Djadjang.
Seperti yang telah diungkapkan oleh pelatih yang akrab disapa Djanur itu, Persebaya kehilangan striker utama David da Silva, winger Irfan Jaya, serta full back Abu Rizal Maulana. Sedangkan Raphael Maitimo dan Robertino Pugliara tak akan bermain hingga kompetisi Liga 1 2018 mencapai garis finis.
Absennya David tak lagi masalah utama sebab Persebaya bisa memainkan Osvaldo Haay sebagai striker dalam skema false nine. Absennya Irfan Jaya juga tak jadi soal lantaran masih ada tiga stok winger, yakni Oktafianus Fernando, Feri Pahabol, dan Ricky Kayame. Persebaya masih bisa baik-baik saja tanpa David dan Irfan.
Nah, ketiadaan Abu Rizal lah yang menjadi problem utama bagi Green Force. Karena Persebaya tak punya stok bek kanan murni usai berpisah dengan mantan penggawa Espanyol dan Malaga, Arthur Irawan pada paruh kompetisi. Abu Rizal sendiri bukanlah bek kanan asli. Ia sejatinya seorang gelandang bertahan.
Lalu, apa solusi yang dipersiapkan Djanur? Eks nakhoda Persib Bandung ini tak memiliki banyak opsi. Djanur bisa memainkan M. Syaifuddin atau Fandry Imbiri. Kebetulan Fandry pernah dipasang sebagai bek kanan semasa mengabdi untuk Semen Padang. Selain itu, Djanur bisa bereksperimen dengan Andri Muliadi atau Rachmat Irianto.
Nama yang dipilih sebagai pengganti Abu Rizal sebenarnya sudah dikantongi oleh pelatih kelahiran Majalengka itu. Namun Djanur memilih menutup rapat informasi ini kepada awak media. “Sudah saya siapkan, tetapi tidak usah saya sebutkan,” sebut eks pelatih PSMS Medan itu.
Bagaimana dengan Persija? Rintangan terbesar yang harus dihadapi oleh tim berjuluk Macan Kemayoran ini adalah mempersiapkan mental untuk menghadapi Bonek. Jangan samakan laga ini dengan partai melawan Persib yang disebut sebagai El Clasico-nya Indonesia itu.
Pressure yang akan diterima oleh Persija akan sangat besar. Sebab, Bonek yang akan hadir di Stadion GBT jumlahnya jauh lebih banyak daripada fans Persib di Stadion GBLA.
Catat, 50 ribu lembar tiket di semua kategori sudah ludes terjual. Persija harus mempersiapkan mental untuk bermain di hadapan 50 ribu Bonek. Ini adalah jumlah penonton terbesar yang harus dihadapi oleh Persija sepanjang rangkaian pertandingan tandang di Liga 1 musim ini.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
