
Stadion Kompyang Sujana menjadi salah satu lapangan latihan pendukung Piala Dunia U-20 bakal direvitalisasi bulan depan (dok.radarbali)
JawaPos.com-Stadion Kompyang Sujana, Stadion Ngurah Rai, Lapangan Gelora Samudera, Kuta, dan Lapangan Tri Sakti Legian saat ini sedang dalam tahap pembenahan. Empat stadion itu tersebut akan dipakai sebagai lapangan penunjang untuk Piala Dunia U-20 yang berlangsung tahun depan.
Venue utama Piala Dunia U-20 di Bali adalah Stadion Kapten I Wayan Dipta yang merupakan markas Bali United.
Setelah Piala Dunia U-20, hak milik lapangan Gelora Tri Sakti Legian dan lapangan Gelora Samudera Kuta akan dikembalikan ke desa adat masing-masing.
Pengelolanya adalah Desa Adat Kuta dan Desa Adat Legian. Kedua pihak itulah yang akan mengurus lapangan tersebut. Juga menjaga dan merawatnya. Harapannya adalah, setelah renovasi, kedua lapangan itu tidak rusak, tidak terabaikan, dan sangat terawat. Solusi yang paling ideal adalah menyewakan lapangan tersebut.
Dalam pantauan Radar Bali (Jawa Pos Group), sistem sewa sudah diterapkan oleh lapangan Tri Sakti dan lapangan Samudera. Namun, yang menjadi masalah adalah pengelolaan Stadion Kompyang Sujana dan Stadion Ngurah Rai. Sebab, kedua stadion tersebut milik pemerintah.
Stadion Kompyang Sujana milik Pemkot Denpasar dan Stadion Ngurah Rai milik Pemprov Bali dan KONI Bali. Jadi, institusi itulah yang dipercaya untuk melakukan pengelolaan. Biaya yang dikeluarkan pengelola untuk merawat stadion itu jelas tidak kecil. Apalagi, rumput stadion yang sudah sesuai dengan standar FIFA memerlukan perawatan yang khusus.
“Pasti ada jalan keluar untuk perawatan agar maksimal. Setelah Piala Dunia U-20 apakah pengelola dalam hal ini KONI Bali atau pemerintah yang turun tangan untuk perawatan. Ini harus ada jalan keluarnya,” ucap Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi kepada Radar Bali.
Dia sadar, perawatan tidak akan mudah. Kendalanya adalah masalah klasik: biaya. Apalagi, sulit sekali untuk menemukan pihak yang mau menyewa Stadion Ngurah Rai.
Biasanya, Stadion Ngurah Rai dipergunakan untuk masyarakat umum dan kegiatan-kegiatan sosial. Jadi, tidak mungkin KONI Bali mematok biaya sewa. “Kalau kami sewakan, hampir tidak mungkin. Geduang (GOR Lila Bhuana) saja hampir tidak ada yang menyewa," katanya.
"Tapi sisi positifnya adalah anak-anak bisa memanfaatkan lapangan dengan sebaik-baiknya untuk menunjang prestasi mereka. Anggap saja revitalisasi ini sebagai stimulus penunjang prestasi anak-anak. Nanti kami pikirkan untuk perawatannya,” ucap Suwandi.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
