Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 Agustus 2020 | 02.05 WIB

Preview Community Shield Liverpool vs Arsenal: Pembalasan Klopp

Photo - Image

Photo

JawaPos.com – Juergen Klopp sudah memenangi gelar bergengsi bersama Liverpool FC. Dari Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub tahun lalu hingga Premier League tahun ini. Tapi, belum ada satu pun trofi dari piala domestik yang dipersembahkan Klopp selama lima tahun menangani Liverpool.

Pada 2016, Klopp gagal dalam final Piala Liga setelah Liverpool tumbang 1-3 lewat adu penalti oleh Manchester City. Musim lalu, The Reds lagi-lagi ditaklukkan City via adu penalti (4-5) dalam Community Shield. ”Dua kali gagal memenangi gelar di Stadion Wembley sangat tidak enak,” ucap Klopp kepada Liverpool TV.

Kesempatan ketiga datang untuk Klopp itu dalam upaya mengangkat trofi di Stadion Wembley. Yakni, saat Liverpool menghadapi Arsenal dalam Community Shield 2020 malam nanti (siaran langsung RCTI/beIN Sports 2 pukul 22.30 WIB).

Sejatinya, jika menilik rekam jejak pertemuan Klopp bersama Liverpool saat menghadapi Arsenal, statistiknya sangat berpihak kepada pelatih berkebangsaan Jerman tersebut.


Klopp tidak pernah kalah (6 kali menang dan 3 kali seri) sebelum pertemuan pada matchweek pemungkas Premier League 2019–2020. Pada 15 Juli lalu, The Reds keok 1-2 di kandang Arsenal, Stadion Emirates.

”Mengawali musim baru, kami ingin meraih sesuatu yang baru (baca: Community Shield). Sebab, banyak yang ingin kami capai pada musim ini (2020 –2021, Red),’’ ucap kapten sekaligus gelandang Lverpool Jordan Henderson seperti dilansir Liverpool Echo.

Meski menjadi pemain yang paling lama membela Liverpool atau sejak musim 2011–2012, pada kenyataannya Hendo –sapaan akrab Jordan Henderson– belum pernah mengangkat trofi Community Shield. Sebab, kali terakhir The Anfield Gang memenanginya pada edisi 2006.

’’Aku harap capaian 1-2 musim terakhir membuat kami makin percaya diri dan tetap lapar gelar,” imbuh pemain yang sudah merasakan gelar bersama Liverpool pada musim pertamanya (Piala Liga) tersebut.

Jika Hendo beruntung memenangi gelar dalam final pertamanya bersama Liverpool, kapten sekaligus striker Arsenal Pierre-Emerick Aubameyang sebaliknya. Auba gagal dalam final Piala Liga 2018. Final pertamanya bersama Arsenal itu hanya selang 26 hari sejak bergabung dengan The Gunners. Kala itu, Arsenal takluk tiga gol tanpa balas oleh City.

Butuh 2,5 tahun bagi Auba untuk menebus kegagalannya. Pada 2 Agustus lalu, brace-nya membawa Arsenal memenangi Piala FA atau setelah mengalahkan Chelsea dengan skor 2-1 di Stadion Wembley. Auba juga memborong dua gol kemenangan atas City dalam semifinal di venue yang sama.

”Stadion ini (Wembley) kadang terasa tidak adil. Ketika saya menginginkannya (pada 2018), saya tidak mendapatkannya,” tutur Auba kepada Football London.

Apakah itu berarti gelar di Piala FA sejatinya tidak diharapkan Auba? Ya, kalau melihat situasinya yang belum meneken perpanjangan kontrak dan dikaitkan dengan kepindahan ke FC Barcelona. Sampai sekarang, Pemain Terbaik Afrika 2015 itu masih bertahan dengan kontrak lamanya yang habis pada 30 Juni 2021.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore