
Liverpool
JawaPos.com – Liverpool FC telah menghentikan ”kutukan” tidak pernah memenangi Premier League pada musim lalu. Di awal-awal musim ini, ada satu kutukan lagi yang menghadang The Reds. Yakni, klub juara bertahan sukses mencatat rekor sempurna dalam tiga matchweek pertama.
Liverpool sudah melewati Leeds United di Anfield (13/9) dan Chelsea di Stamford Bridge (21/9) dengan kemenangan masing-masing 4-3 dan 2-0. Tantangan berikutnya bagi skuad Juergen Klopp adalah Arsenal dini hari nanti (siaran langsung Mola TV pukul 02.00 WIB).
Meski berlangsung di Anfield, tidak mudah bagi Liverpool mengatasi perlawanan Arsenal yang juga sempurna dalam dua matchweek sebelumnya. Menang 3-0 di kandang Fulham FC (13/9) dan mengungguli West Ham 2-1 di Stadion Emirates.
Tantangan lain bagi Liverpool adalah status The Gunners sebagai satu-satunya tim yang sudah dua kali membekuk Liverpool dalam 100 hari terakhir. Masing-masing dalam matchweek ke-35 Premier League musim lalu di Stadion Emirates (menang 2-1) lalu di Community Shield (29/8) lewat adu penalti 5-4. ”Inilah kesempatan kami membalasnya,” ucap Klopp kepada Liverpool Echo kemarin (27/9).
Hampir lima tahun menangani Liverpool, belum sekali pun Klopp sampai kalah hat-trick oleh pelatih atau klub yang sama. Klopp tidak berharap Mikel Arteta, tactician Arsenal yang baru paro kedua musim lalu menjalani debut kepelatihan, akan jadi pelakunya.
’’Sebelumnya (dua kekalahan, Red) bukan kami yang sebenarnya dan saya pikir mereka (Arsenal) tahu laga nanti bakal berbeda,” tegas Klopp.
Ucapan pelatih berkebangsaan Jerman tersebut memang benar. Kekalahan musim lalu, misalnya, terjadi karena Virgil van Dijk dkk sudah tidak punya kepentingan apa-apa. Liverpool sudah mengunci gelar pada matchweek ke-31 menyusul kekalahan rival terdekatnya, Manchester City, oleh Chelsea.
Karena itulah, dalam tujuh matchweek terakhir, Liverpool bisa sampai kehilangan delapan poin.
Begitu pula kekalahan di Community Shield yang diklaim Klopp karena Liverpool masih dalam ritme pramusim. Meski, dalam laga di Stadion Wembley tersebut, Liverpool turun dengan komposisi starting XI terbaiknya.
Tadi malam, kabar buruk datang dari Melwood. Kiper utama Alisson Becker dan gelandang baru Thiago Alcantara diragukan bisa turun melawan Arsenal karena cedera. Tidak disebut cedera apa. Namun, Alisson dan Thiago sudah melewatkan sesi latihan akhir pekan.
Bola pun kini berada di tangan Arteta. Pelatih berjuluk Mister itu bisa termotivasi untuk jadi pelatih pertama Arsenal yang mampu menaklukkan Anfield dalam lawatan pertamanya sejak Tom Whittaker pada Desember 1947. Sebagai catatan, Anfield di era Klopp hanya ”kecolongan” tiga kali seri dalam 40 laga kandang beruntun.
Kepada Evening Standard, Arteta mengatakan, meredam Liverpool hanya bisa dilakukan ketika anak asuhnya mengaplikasikan taktik dengan rapi dan benar. ’’Ini akan seperti ombak cepat yang tidak akan memberikan banyak waktu bagi kami untuk bernapas,” ucap pelatih dengan statistik 20 kemenangan, 6 seri, dan 6 kalah bersama Arsenal sejak 20 Desember 2019 itu.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
