alexametrics
Liga Champions

Hadangan Penalti Ter Stegen Picu Polemik karena Dinilai Langgar Aturan

19 September 2019, 16:03:22 WIB

JawaPos.com – Kapten Borussia Dortmund Marco Reus adalah mantan rekan seklub kiper FC Barcelona Marc-Andre ter Stegen semasa di Borussia Moenchengladbach (2010–2012). Der trainer Dortmund Lucien Favre juga semusim menangani keduanya (2011–2012) di Moenchengladbach. Jadi, pertemuan Dortmund versus Barca kemarin (18/9) menjadi reuni kecil buat ketiganya.

Ter Stegen pun menjadi sosok yang paling girang setelah laga. Kiper 27 tahun itu berhasil mementahkan sepakan penalti Reus pada menit ke-57 dan membuyarkan asa Dortmund meraup tiga poin atas Barca.

Ketika diwawancara RAC1 di mixed zone, Ter Stegen menyebutkan, kesuksesan menahan penalti Reus diraih karena kepercayaan diri. Dan, formulasi tersebut membuahkan hasil. ’’Bola (eksekusi penalti) Reus sangat sulit dibaca dan ke mana dia mengarahkan bola itu selalu berubah-ubah. Tetapi, saya bergerak ke kiri karena insting saya mengatakan bola akan bergerak ke sana,’’ katanya. Di ajang Liga Champions, Ter Stegen sudah menghalau empat di antara total enam penalti yang dihadapi.

Namun, kesuksesan Ter Stegen juga memicu polemik. Sebab, aturan baru UEFA di Liga Champions menyatakan bahwa posisi kaki kiper saat eksekusi penalti tak diizinkan berada di luar garis gawang. Harian olahraga Spanyol, AS, menunjukkan gambar kaki Ter Stegen yang ternyata jauh melampaui garis gawang ketika Reus mengeksekusi penalti.

Namun, wasit Ovidiu Hategan asal Rumania maupun wasit video assistant referee (VAR) Szymon Marciniak dari Polandia tidak meminta eksekusi diulang dan menganggap sah hadangan Ter Stegen. Penalti itu diberikan Hategan setelah Nelson Semedo yang dipasang sebagai bek kiri Barca melakukan pelanggaran kepada wide attacker muda Dortmund Jadon Sancho.

Terlepas dari polemik penyelamatan penalti ilegal, performa Ter Stegen sepanjang laga memang oke. Squawka mencatat, ada empat saves yang dilakukan kiper yang pekan lalu memprotes pelatih timnas Jerman Joachim Loew gara-gara terus menempatkannya sebagai deputi Manuel Neuer itu.

Editor : Mohammad Ilham

Reporter : dra/dns

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads