
ALBERTO PIZZOLI/AFP TARGET REVANS: Allenatore AC Milan Stefano Pioli diharapkan bisa membalas kekalahan 0-3 oleh Chelsea di Stamford Bridge pekan lalu (6/10) dalam matchday keempat grup E Liga Champions di Stadio San Siro dini hari nanti (12/10) WIB.
JawaPos.com – Hasil positif di ajang domestik kerap jadi pelecut agar tampil trengginas di Eropa.
Hal yang tidak diperoleh AC Milan ketika menjamu RB Salzburg pada matchday pemungkas grup E Liga Champions dini hari nanti (siaran langsung Champions TV 2/Vidio pukul 03.00 WIB).
AC Milan justru kalah oleh Torino FC 1-2 pada giornata ke-12 Serie A (31/10). Mengakhiri empat kemenangan beruntun Rossoneri sebelumnya.
Memang, AC Milan hanya butuh hasil seri melawan RB Salzburg untuk lolos kali pertama ke fase knockout Liga Champions sejak 2014. Apalagi, laga dimainkan di Stadio San Siro.
Tetapi, dari empat kekalahan yang diderita musim ini di semua ajang, separonya terjadi ketika main kandang.
Kali terakhir AC Milan gagal lolos dari fase grup pada musim 1999–2000 dan 2001–2002.
Bedanya, kala itu masih diberlakukan dua kali fase grup. Musim 1999–2000, Rossoneri gagal lolos di fase grup pertama dan segrup dengan Chelsea, Galatasaray, dan Hertha BSC.
Semusim berselang, mereka gagal lolos dari fase grup kedua karena tergabung dengan Galatasaray, Deportivo La Coruna, dan Paris Saint-Germain.
Beban AC Milan makin bertambah lantaran status mereka saat ini adalah juara bertahan Serie A. Predikat serupa berlaku pada musim 1999–2000 dan 1996–1997 ketika mereka gagal lolos dari fase grup.
Bagi allenatore AC Milan Stefano Pioli, beban psikisnya lebih berat. Sebab, dia baru saja meneken perpanjangan kontrak hingga musim panas 2025.
Tentu ironis kalau ekstensi itu ternyata berujung kegagalan membawa AC Milan ke fase knockout.
”Aku rasa hasil sebelumnya (kalah oleh Torino FC, Red) tidak akan berimbas buruk kepada kami di Liga Champions. Laga yang berbeda tentu (dijalani dengan) mentalitas berbeda pula.''
''Kami hanya tinggal selangkah lagi mencapai tujuan (lolos ke fase knockout) dan tidak akan menyia-nyiakannya,” papar Pioli kepada La Gazzetta dello Sport.
Di sisi lain, meski kans tipis, RB Salzburg tetap bisa memberikan ancaman. Musim ini, dari 22 penampilan di semua ajang, skuad asuhan Matthias Jaissle itu terbilang stabil seiring hanya menelan dua kali kekalahan.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
