Pasang surut jumlah Bonek Persebaya Surabaya yang hadir di Stadion.
JawaPos.com - Persebaya Surabaya, klub sepak bola yang membanggakan Arek-Arek Suroboyo, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Liga 1 Indonesia sejak musim 2018. Dalam kurun waktu tersebut, kita akan menjelajahi perjalanan jumlah penonton di kandang Persebaya Surabaya, mengungkap pola dan faktor-faktor yang mempengaruhi gelombang dukungan dari para suporter setia, Bonek.
Go-Jek Liga 1 2018, Fondasi Awal Kepopuleran
Musim pertama Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia, yakni musim 2018, menjadi langkah awal yang kuat. Dengan rata-rata penonton mencapai 28,536, Persebaya Surabaya mengukuhkan posisinya sebagai salah satu klub dengan dukungan terbesar di Liga 1 Indonesia. Ketertarikan yang meningkat secara signifikan dibandingkan dengan musim sebelumnya membawa harapan tinggi bagi masa depan klub.
Shopee Liga 1 Indonesia 2019, Kemandirian dan Pertumbuhan Pesat
Musim berikutnya, Persebaya Surabaya semakin mencuri perhatian dengan rata-rata penonton yang melonjak menjadi 16,472. Terlepas dari beberapa pertandingan yang dimainkan tanpa penonton, klub ini tetap berhasil menarik perhatian dan menciptakan momentum positif. Dukungan tak tergoyahkan dari Bonek menjadi faktor kunci dalam kemandirian klub ini.
Shopee Liga 1 Indonesia 2020, Tantangan Tanpa Penonton dan Respons Kreatif
Musim 2020 membawa tantangan baru dengan pandemi global, yang mengharuskan pertandingan digelar tanpa penonton. Meskipun demikian, Persebaya Surabaya menunjukkan daya tahan dan kreativitas dengan menjual tiket kepada Bonek.
Tiket sempat sebanyak 31,114 mencerminkan antusiasme luar biasa dari suporter, meskipun mereka tidak dapat menyaksikan langsung di Stadion Gelora Bung Tomo.
Namun Liga 1 harus berhenti lantaran pandemo global dan Persebaya Surabaya hanya bermain 2 kali, sekali kandang, dan sekali tandang.
Grafis Data Jumlah Penonton Persebaya Surabaya sejak naik ke Liga 1 2018.
Liga 1 Indonesia 2021/22, Hambatan dan Jeda Total
Musim berikutnya, yakni 2021/22, mencatatkan total penonton dan pertandingan dengan angka nol. Ini disebabkan oleh keputusan untuk mengganti sistem kompetisi dengan sistem bubble to bubble di 6 kota, pada akhirnya memunculkan kekosongan statistik yang menandakan masa sulit bagi sepak bola Indonesia.
Persebaya Surabaya juga tidak bisa memainkan jatah kandang mereka di Stadion Gelora Bung Tomo.
Liga 1 Indonesia 2022/23, Perlahan Bangkit dengan Dukungan Penuh

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
