Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Oktober 2017 | 18.25 WIB

Kesetiaan Itu Bernama Choirul Huda

LEGENDA: Choirul Huda setia dengan Persela sampai akhir hayatnya. - Image

LEGENDA: Choirul Huda setia dengan Persela sampai akhir hayatnya.

HATI Choirul Huda ada di Surajaya. Tidak akan berpindah dan selalu di sana. ’’Surajaya adalah rumah saya,’’ ungkapnya saat berbincang dengan saya suatu waktu.


Di Surajaya-lah dia menumbuhkan dan meneguhkan mimpinya menjadi pesepak bola. Di stadion itu pula Huda merawat mimpinya tersebut. Memupuknya dengan berlatih, berlatih, dan berlatih.


Di stadion itulah hari-harinya dihabiskan. Jauh sebelum Persela Lamongan terbangun dari tidurnya (Persela lahir pada 1967. Tapi, tak lama setelah kelahirannya, Persela tertidur panjang. Bahkan, sangat panjang) pada pertengahan 2000.


Huda berada di Surajaya sejak stadion tersebut hanya dipakai untuk turnamen sepak bola antarkecamatan di Lamongan. Turnamen itu pun hanya ada sekali dalam setahun.


Huda sudah di Surajaya ketika stadion tersebut baru memiliki tribun barat yang tak terlalu terawat. Pria kelahiran 2 Juni 1979 itu sudah di sana semasa tanah stadion tersebut selalu retak-retak di kala musim kemarau. Retakan itu pun sangat membahayakan siapa saja yang bermain di sana.


Huda sudah di Surajaya saat lapangan stadion tersebut selalu becek dan berlumpur ketika musim hujan. Saat rumputnya tumbuh sangat liar dan tingginya bisa sampai lutut orang dewasa ketika musim hujan.


Huda pun sudah di Surajaya ketika stadion itu−seperti guyonan kebanyakan orang−masih memiliki trotoar di sisi lapangannya. Ya, trotoar−bangunan untuk pejalan kaki di atas drainase di pinggir jalan. Trotoar di Surajaya itu merupakan bangunan di atas drainase sebagai pemisah antara lapangan dan sentelban. ’’Saya akrab dengan Surajaya sejak memasuki bangku SMA,’’ katanya.


Tatkala berseragam putih abu-abu itu, Huda berlatih bersama Merpati−klub lokal Lamongan. Bersama kawan-kawannya di Merpati, Huda mengasah kemampuan memainkan bolanya di Surajaya. Kadang juga di lapangan Alun-Alun Lamongan.


Tiga kali dalam sepekan dia lalui dengan berlatih di Surajaya. Bahkan, terkadang lebih. Sebab, Huda yang bersekolah di MAN Lamongan juga acap kali berlatih bersama tim sepak bola SMA Negeri 2 Lamongan.


Saya pun masih mengingat itu. Kebetulan saya merupakan bagian dari tim tersebut. Di tim SMAN 2 saat itu, pelatih dan kebanyakan pemainnya juga merupakan bagian dari Merpati.


Oleh karena itu, menjadi sangat wajar kalau Huda akhirnya menjadi bagian dari Persela ketika kesebelasan tersebut terbangun dari tidur panjangnya. Apalagi, Persela juga berumah di Surajaya. Stadion yang dianggap Huda sebagai rumahnya.


Ditambah lagi, kebangkitan Persela dibarengi dengan semangat untuk mempromosikan Lamongan ke publik Indonesia. (Sebelum 2000, tak banyak orang yang mengenal Lamongan. Orang Lamongan yang merantau juga tak terlalu percaya diri menyebut dirinya berasal dari Lamongan ketika ditanya identitasnya. Umumnya, mereka menyebut nama Surabaya sebagai tempat asalnya).


Semangat itu hanya bisa dicapai jika orang-orang di dalamnya memiliki gelora yang sama. Memiliki cinta dan kebanggaan. Maka, memilih pemain-pemain asal Lamongan adalah kewajiban. Merekalah yang mempunyai gelora, cinta, dan kebanggaan tersebut. Lagipula, kemampuan mereka dalam olah si kulit bundar sebenarnya juga tidak kalah.


Huda menjadi buktinya. Lelaki yang lahir dan besar di Lamongan itu tidak hanya pantas dipercaya mengawal gawang Persela. Tapi, dia juga sangat tepat dipercaya memimpin rekan-rekannya memasuki lapangan sekaligus melakoni pertarungan demi pertarungan.


Huda tenang dan tidak meledak-ledak. Namun, suaranya dari bawah mistar tetap lantang kala memberikan komando. Juga saat menyuntikkan motivasi untuk rekan-rekannya.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore