Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 6 April 2023 | 17.27 WIB

Persebaya Kalah dari Persija, Aji Santoso: Tak Perlu Menundukkan Kepala

HILANG KESEIMBANGAN: Brylian Aldama (kanan) gagal melewati penjagaan ketat dua bek tangguh Persija Jakarta, Ondrej Kudela dan Hansamu Yama, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Rabu malam. - Image

HILANG KESEIMBANGAN: Brylian Aldama (kanan) gagal melewati penjagaan ketat dua bek tangguh Persija Jakarta, Ondrej Kudela dan Hansamu Yama, di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Rabu malam.

JawaPos.com - Dominasi Persebaya Surabaya atas Persija Jakarta terhenti. Tadi malam Macan Kemayoran berhasil menundukkan Green Force di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, dengan skor 1-0.

Tampil tanpa dua motor serangannya, Ze Valente dan Sho Yamamoto, Persebaya benar-benar sulit menyerang. Gawang Persebaya sudah kebobolan ketika pertandingan baru berjalan enam menit lewat sepakan Witan Sulaeman.

Gol perdana Witan untuk Persija itu adalah satu-satunya yang membuat Persija mengakhiri rekor tidak pernah menang atas Persebaya sejak 2018.

Pelatih Persebaya Aji Santoso mengatakan bahwa timnya tidak kalah. Menurut dia, apa yang dilakukan pemain di lapangan sudah baik.

’’Kami kalah, tapi tak perlu menundukkan kepala. Dengan pemain komposisi darurat, tim tampil bagus. Semua pemain tampil bagus,’’ paparnya.

Misalnya Arief Catur. Meski dimainkan di posisi bek tengah, bukan posisi biasanya sebagai bek sayap kanan. ’’Salman (Alfarid) yang biasanya main di bek kiri saya mainkan di tengah juga bagus. Memang posisi pemain tidak ideal,’’ tuturnya.

Tapi, Aji mengakui kualitas pemain pengganti yang jadi starter dengan pemain inti berbeda jauh. Gol pertama, misalnya. Dia menyebut Arisky Wahyu kurang cepat menutup pergerakan dari Witan Sulaeman.

’’Tidak perlu menundukkan kepala, pemain sudah berjuang maksimal. Saya apresiasi kerja kerasnya pemain,’’ tegasnya.

Aji menambahkan, absennya Sho Yamamoto dan Ze Valente memang membuat suplai bola ke Paulo Victor tidak banyak. Itu yang membuat Persebaya sulit menciptakan peluang.

’’Itu yang menyebabkan serangan kami kurang tajam,’’ terangnya.

Mantan pelatih PSIM Jogjakarta itu meminta maaf membuat rekor tidak terkalahkan Persebaya atas Persija terhenti. Bagi dia, hal itu merupakan sebuah kewajaran dalam sepak bola.

’’Di dalam sepak bola semua bisa terjadi. Saya pernah mengalahkan Persija di GBK bersama Persebaya. Itu sesuatu yang wajar,’’ jelasnya.

Tak lupa, Aji mengapresiasi Bonek yang tetap tertib sepanjang laga. Tetap menjaga kondusivitas pertandingan. ’’Saya janji musim depan Persebaya akan lebih baik dibandingkan musim ini,’’ katanya.

Apresiasi kepada Bonek juga disampaikan oleh kapten Persija Andritany Ardhiyasa. Menurut dia, apa yang dilakukan Bonek sangat luar biasa dengan menjaga persaudaraan di sepak bola dengan Persija.

’’Itu awal sesuatu yang luar biasa. Itu kabar baik yang harus diapresiasi,’’ ujarnya. (rid/c17/ali)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore