
Di Maria
JawaPos.com - Madrid sudah seperti kota kedua bagi Angel Di Maria setelah Rosario sebagai tempat kelahirannya.
Ada banyak kenangan manis yang didapatkannya selama empat musim di ibukota Spanyol tersebut bersama Real Madrid.
Di Maria akan memutar kembali memori manis itu saat kembali ke Madrid, dini hari nanti WIB.
Bukan lagi mengenakan jersey putih El Real seperti yang pernah dikenakannya sepanjang musim 2010 sampai 2014 lalu, melainkan jersey biru merah Paris Saint-Germain (PSG).
"bienvenido a casa, Di Maria, atau Selamat Datang di Rumah, Di Maria," begitulah yang akan dikatakan fans Real bagi winger berkebangsaan Argentina itu.
Laga matchday keempat fase grup A Liga Champions dini hari nanti menjadi momen Di Maria merasakan kembali rumput Santiago Bernabeu yang sudah setahun lebih tidak lagi dia sentuh. Ya, inilah reuni pertama Di Maria sejak hengkang ke Manchester United pada musim panas 2014 dan sekarang di PSG.
"Saya tidak akan pernah melupakan fans Real. Tepukan tangan mereka saat pertandingan terakhir saya di Santiago Bernabeu tetap spesial bagi saya. Kalau bisa, saya akan selalu berterima kasih kepada fans Real," ujar Di Maria dalam sebuah sesi wawancara dengan Marca sebelum terbang ke Madrid.
Selain mempersembahkan enam trofi bagi Madridistas termasuk trofi Liga Champions di edisi 2013-2014, Di Maria juga nyaris tidak tergantikan selama empat musim di Real. 190 caps dan 36 gol dia catatkan bagi Real dalam empat musim.
"Kalau waktu bisa saya ulang kembali, saya ingin bertahan di Madrid," kenangnya.
Namun, diakuinya keretakan hubungan dengan Presiden Real Florentino Perez-lah yang kemudian membuatnya pergi dari Madrid menuju Manchester.
Hanya, jauh dari rumah kedua tidak membuatnya nyaman. Di Manchester, selain disharmonisasinya dengan Louis Van Gaal, beberapa kejadian di luar arena termasuk saat rumahnya disatroni maling membuatnya tidak nyaman.
Pun demikian juga begitu tiba di Paris. Belum genap setengah musim Di Maria menjadi bagian dari skuad mahal PSG, kritikan sudah datang kepadanya.
Kontribusi empat gol dan tiga assists dari 11 kali caps-nya di Ligue 1 dan Liga Champions dianggap belum bisa membalas harga GBP 44 juta (Rp 929,7 miliar) yang digelontorkan PSG untuk memboyongnya dari Old Trafford.
Berbicara kepada BeIn Sports, Di Maria menilai kritikan itu salah alamat.
"Saya bukan penyerang murni, saya juga bukan goal getter, saya bermain tidak untuk tujuan mencetak gol. Saya hanya senang mencetak gol. Yang perlu diingat, saya bukan penyelamat PSG," ucap El Fideo, julukan Di Maria.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
