
Pelatih Singapura Gavin Lee mengakui Mitchell Baker menjadi ancaman Timnas Indonesia, tetapi yakin timnya siap meredam sang striker. (27/7/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.con)
JawaPos.com - Pelatih Singapura Gavin Lee mengakui Mitchell Baker menjadi ancaman serius bagi timnya menjelang laga penentu melawan Timnas Indonesia di Grup A Piala AFF 2026. Meski demikian, ia memastikan anak asuhnya telah menyiapkan cara untuk membatasi pergerakan striker naturalisasi berusia 19 tahun tersebut.
Singapura akan menjamu Timnas Indonesia di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8) pukul 20.00 WIB. Pertandingan ini menjadi penentu nasib kedua tim dalam perebutan tiket menuju babak semifinal Piala AFF 2026.
Mitchell Baker menjadi salah satu pemain yang paling mendapat perhatian dari kubu tuan rumah. Menurut Gavin Lee, pengalaman menghadapi penyerang bertubuh besar selama pemusatan latihan menjadi modal penting bagi Singapura.
“Mitchell memang memiliki profil yang berbeda, tetapi hal baiknya bagi kami adalah kami sudah menghadapi beberapa lawan asal Jepang yang memiliki postur sebesar dirinya selama pemusatan latihan sebelum turnamen. Jadi, itu menjadi latihan yang bagus bagi kami,” kata Gavin Lee, dilansir dari The Strait Times, Jumat (7/8/2026).
Pelatih berusia 35 tahun itu menilai lini belakang Singapura juga memiliki pengalaman menghadapi penyerang dengan karakter serupa. Karena itu, ia yakin pertahanannya mampu mengatasi ancaman Mitchell Baker.
“Dalam beberapa kampanye sebelumnya, kami juga menghadapi penyerang dengan berbagai profil. Dengan pengalaman yang kami miliki di lini belakang bersama Hariss (Harun), kami berada di tangan yang baik dan stabil,” terang Gavin Lee.
Meski memberikan perhatian khusus kepada Mitchell Baker, Gavin Lee menegaskan Singapura tidak akan terpaku pada satu pemain. Fokus utama timnya adalah menghentikan permainan kolektif Timnas Indonesia.
“Ini bukan soal bagaimana bertahan menghadapi satu pemain, melainkan bagaimana bertahan menghadapi sebuah tim. Jadi, bagi kami, yang terpenting adalah bagaimana kami menetralisasi upaya mereka untuk memberikan bola kepada Mitchell,” tegasnya.
Bagi Timnas Indonesia, pertandingan ini menjadi laga hidup mati. Skuad Garuda wajib membawa pulang tiga poin jika ingin memastikan langkah ke babak semifinal Piala AFF 2026.
Hasil imbang tidak akan cukup bagi Indonesia. Saat ini, Timnas Indonesia berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup A dengan enam poin, tertinggal satu angka dari Vietnam dan Singapura yang menempati dua posisi teratas.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
