
Pemain Persebaya Rachmat Irianto. (Persebaya)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya memastikan langkah ke final Piala Presiden 2026. Green Foerce mengalahkan Arema FC 1-0 pada laga semifinal di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Selasa (4/8) malam WIB.
Kemenangan itu membawa Persebaya Surabaya selangkah lebih dekat untuk meraih gelar juara, meski harus melalui pertandingan yang menguras tenaga.
Bek Persebaya Rachmat Irianto mengakui, kemenangan itu tidak diraih dengan mudah. Duel bertajuk Derby Jawa Timur berlangsung sangat ketat dan menguji mental seluruh pemain hingga menit-menit terakhir.
Baca Juga:Marcos Santos Minta Maaf usai Arema FC Kalah dari Persebaya, Fokus Rebut Juara Ketiga Piala Presiden
Gol semata wayang Persebaya dicetak Yuran Fernandes lewat sundulan pada masa injury time babak pertama. Gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung sengit sejak awal.
Meski Arema FC bermain dengan sepuluh pemain setelah mendapat kartu merah pada menit ke-66, Persebaya tetap mendapat tekanan sepanjang babak kedua. Rian menilai kondisi fisik tim yang mulai menurun akibat padatnya jadwal pertandingan membuat laga terasa semakin berat.
"Pertandingan ini benar-benar tidak mudah. Kondisi fisik kami cukup terkuras sehingga ada beberapa kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dihindari. Namun yang terpenting, seluruh pemain tetap mampu menjaga fokus, saling membantu, dan berjuang bersama hingga pertandingan berakhir," ujar Rachmat Irianto.
Pemain berusia 26 tahun itu menjelaskan bahwa jadwal Piala Presiden 2026 yang padat menjadi tantangan besar bagi seluruh skuad Persebaya. Waktu pemulihan yang singkat ditambah perjalanan antarkota membuat pemain harus bekerja ekstra menjaga kebugaran.
"Memang benar kami sangat kelelahan. Jadwal pertandingan yang padat, ditambah waktu pemulihan yang singkat dan perjalanan antarkota, membuat kondisi fisik pemain cukup terkuras. Setelah bermain malam, kami langsung menjalani recovery keesokan paginya sebelum kembali melakukan perjalanan. Situasi itu tentu tidak mudah bagi kami," kata Rachmat Irianto.
Meski demikian, Rian memberikan apresiasi kepada seluruh rekan setim yang tetap menunjukkan semangat juang tinggi hingga peluit panjang dibunyikan. Menurut dia, kemenangan atas Arema FC merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, dan komitmen semua pemain.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Duel Tim Kelelahan!
Prediksi Skor Persija Jakarta vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Macan Kemayoran Diunggulkan!
Profil Jafar Hidayatullah dan Adnan Maulana: Diduga Match Fixing, Dicoret PBSI dari Kejuaraan Dunia
Prediksi Skor Persib vs Persebaya di Final Piala Presiden 2026: Maung Bandung Favorit Juara
Aji Santoso Resmi Latih de Red FC, Klub Baru Jawa Timur Pilih Stadion Gelora 10 November Surabaya
Bertahun-Tahun Mogok Kerja, Tim 10 Pekerja Freeport Serahkan Tuntutan ke Said Iqbal
Jafar/Felisha dan Adnan/Indah Dicoret dari Kejuaraan Dunia, PBSI Buka Suara Soal Dugaan Match Fixing
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Pembuktian Sihir John Herdman!
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
