Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 Agustus 2026 | 19.35 WIB

Kekerasan di Lapangan Terjadi Lagi! Wasit Tarkam di Purbalingga Dikeroyok Suporter hingga Dilarikan ke Rumah Sakit

Wasit Ridho Bekti Utomo menjadi korban pengeroyokan suporter saat memimpin pertandingan Danlanud Cup 2026 di Purbalingga. (Instagram @forum_wasit_idn) - Image

Wasit Ridho Bekti Utomo menjadi korban pengeroyokan suporter saat memimpin pertandingan Danlanud Cup 2026 di Purbalingga. (Instagram @forum_wasit_idn)

JawaPos.com - Wasit Ridho Bekti Utomo dikeroyok suporter setelah memimpin laga Danlanud Cup 2026 di Lapangan Garuda Manunggal Lanud Jenderal Besar Soedirman (Wirasaba), Purbalingga, Kamis (30/7).

Insiden itu membuat Ridho mengalami sejumlah luka di wajah hingga dada dan harus menjalani pemeriksaan medis sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada malam yang sama.

Apa yang terjadi pada wasit di Purbalingga?

Kekerasan terhadap wasit terjadi dalam pertandingan yang mempertemukan Andalas FC asal Banjarnegara melawan Gama Adipasir di turnamen Danlanud Cup 2026. Suporter yang tidak terima dengan keputusan wasit, masuk ke lapangan dan melakukan pengeroyokan terhadap Ridho setelah pertandingan berlangsung.

Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram @forum_wasit_idn yang mengungkap kondisi Ridho setelah menjadi korban kekerasan. Dalam unggahannya disebutkan, Insiden pengeroyokan yang tengah viral terhadap wasit Ridho Bakti Hutomo asal Purbalingga saat memimpin pertandingan turnamen di wilayah Kabupaten Purbalingga yang mengakibatkan sejumlah luka, wasit Ridho memilih menempuh jalur hukum dengan melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian.

Peristiwa itu tidak hanya berdampak pada kondisi fisik Ridho, tetapi juga membuat keberlangsungan turnamen dipertimbangkan ulang panitia. Komandan Lanud selaku pihak penyelenggara bersama jajarannya bahkan telah mendatangi kediaman sang wasit setelah insiden tersebut.

Seberapa parah luka yang dialami Ridho?

Ridho mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh setelah dikeroyok suporter, termasuk pada wajah, belakang kepala, leher, dan dada. Selain itu, salah satu jari tangan Ridho juga mengalami dislokasi sehingga dia harus mendapatkan pemeriksaan medis untuk memastikan tidak ada cedera serius.

“Korban mengungkapkan bahwa dirinya mendapat dukungan penuh dari Askab PSSI Purbalingga, Komisi Wasit (Komwas) Askab, serta panitia penyelenggara turnamen di Lanud Jenderal Besar Soedirman. Ia juga bersyukur karena masih diberikan keselamatan meski menjadi korban kekerasan,” tulis @forum_wasit_idn.

Ridho menjalani pemeriksaan berupa rontgen dan CT scan untuk mengetahui kondisi tubuhnya setelah pengeroyokan. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan tidak ditemukan cedera serius sehingga Ridho diperbolehkan pulang pada malam yang sama tanpa harus menjalani rawat inap.

Bagaimana langkah hukum setelah pengeroyokan?

Ridho memilih membawa kasus pengeroyokan tersebut ke jalur hukum dengan membuat laporan resmi kepada kepolisian. Laporan itu dibuat di Polsek Bukateja yang memiliki wilayah hukum mencakup lokasi berlangsungnya turnamen Danlanud Cup 2026.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore