Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 1 Juli 2026 | 04.08 WIB

Silaturahmi dengan Suporter PSIS, Malut United Pastikan Tak Pakai Nama Semarang dan Siap Mengalah soal Stadion

Audiensi manajenen Malut United dengan suporter PSIS dan pihak terkait. (Andre Rizal Hanafi/JawaPos.com) - Image

Audiensi manajenen Malut United dengan suporter PSIS dan pihak terkait. (Andre Rizal Hanafi/JawaPos.com)

JawaPos.com - Rencana Malut United memindahkan home base ke Kota Semarang untuk super league musim 2026/2026 mulai memasuki tahap komunikasi dengan berbagai pihak.

Manajemen klub menggelar dialog sekaligus silaturahmi bersama perwakilan suporter PSIS Semarang, Panser Biru dan Snex, PT Mahesa Jenar, serta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Hotel Grand Candi Semarang, Selasa (30/6).

Pertemuan dihadiri Asisten Gubernur Jawa Tengah, Disporapar Jawa Tengah, Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Biro Hukum, serta Plt Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Khoirul Anwar beserta jajaran. Sementara dari kubu Malut United hadir Presiden Direktur Sofyan Lestaluhu bersama jajaran pelatih, di antaranya Khoirul Anwar, Resal Octavian, dan Alan Haviludin.

Suasana diskusi berlangsung santai dan hangat, Agenda tersebut menjadi ajang kulonuwun sekaligus memperkenalkan rencana Malut United yang akan berkandang di Stadion Jatidiri, Kota Semarang.

Plt Wakil Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah Khoirul Anwar berharap, kehadiran Malut United tidak hanya sebatas memindahkan markas, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepak bola di Jawa Tengah. 

Dia berharap klub tersebut dapat ikut membantu pembinaan sepak bola usia dini serta berkontribusi terhadap peningkatan prestasi sepak bola Jawa Tengah. Termasuk mendukung target masuk tiga besar cabang olahraga sepak bola pada PON 2028.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur Malut United Sofyan Lestaluhu menyampaikan bahwa pengembangan pemain muda memang menjadi salah satu fokus utama klub. Sesuai nazar pemilik klub, Malut United telah menjalin kerja sama dengan klub asal Portugal, Benfica, untuk mengembangkan akademi usia dini.

“Program ini difokuskan kepada pembinaan anak usia 7 sampai 9 tahun. Nantinya mereka akan masuk ke academy yang memang diprioritaskan bagi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu,” ujar Sofyan.

Dia menjelaskan, fasilitas akademi yang telah dibangun di Ternate terbuka bagi anak-anak berbakat dari Kota Semarang maupun wilayah lain di Jawa Tengah. “Kalau ada pemain muda potensial dari Semarang, tentu bisa kami kirim untuk mengikuti pembinaan di academy tersebut,” tambah Sofyan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore