Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 05.48 WIB

PSSI Bidik Piala Dunia Wanita 2035, Enam Pemain Surabaya Lolos ke Singa Cup 2026

Pemain All-Stars Surabaya (hijau) pada laga perebutan peringkat ketiga MLSC All-Stars 2026 di Supersoccer Arena, Kudus. (Istimewa) - Image

Pemain All-Stars Surabaya (hijau) pada laga perebutan peringkat ketiga MLSC All-Stars 2026 di Supersoccer Arena, Kudus. (Istimewa)

JawaPos.com - Prestasi membanggakan diraih All-Stars Surabaya di ajang MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026. Selain sukses mempertahankan posisi ketiga, enam pemain asal Kota Pahlawan terpilih masuk skuad yang akan mewakili Indonesia pada ajang Singa Cup 2026 di Singapura.

Pengumuman dilakukan usai rangkaian final MLSC All-Stars 2026 di Supersoccer Arena, Kudus, Minggu (28/6). Enam pemain asal Surabaya yang lolos seleksi adalah Locita Waranggani, Emily Azzahra, Bilqis Hidayah, dan Jesshica untuk kategori usia 12 tahun. Sementara dari kelompok usia 14 tahun terdapat Syafira Azzahra dan Alika Jabbar.

Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan kota peserta lainnya. Capaian itu sekaligus melengkapi penampilan impresif Surabaya yang menutup turnamen dengan merebut peringkat ketiga usai mengalahkan All-Stars Yogyakarta 1-0.

Pelatih All-Stars Surabaya, Sai Dong, menilai keberhasilan anak asuhnya menembus Singa Cup menjadi bukti perkembangan kualitas pemain yang terus meningkat selama mengikuti MLSC. "Permainan mereka sudah sangat baik, baik dari sisi teknik maupun kerja sama tim. Kemampuan bermain dari kaki ke kaki juga berkembang dengan bagus. Lolosnya banyak pemain ke Singa Cup tentu menjadi sebuah prestasi yang membanggakan," ujarnya.

Menurut Sai Dong, hasil yang diraih timnya sepanjang turnamen tidak hanya diukur dari kemenangan maupun posisi akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana para pemain mulai memahami konsep bermain sepak bola yang benar. "Saya bukan tidak ingin menang. Tetapi di usia seperti ini yang paling penting adalah proses. Kami ingin anak-anak bermain dari bawah, tidak asal mengirim bola panjang. Kalau mereka bisa bermain dengan konsep yang benar, maka kemenangan dan gol itu hanya bonus dari proses tersebut," katanya.

Ia menambahkan, MLSC All-Stars menjadi wadah penting untuk membentuk karakter sekaligus kecerdasan bermain para pesepak bola putri usia dini. "Selama ini pemain Indonesia sering hanya mengandalkan fisik. Kami ingin anak-anak belajar bermain menggunakan otak, memahami ruang, dan membaca permainan. Itu yang terus kami tanamkan," tambahnya.

Secara keseluruhan, MLSC All-Stars 2026 berlangsung kompetitif sejak fase grup hingga final. All-Stars Kudus akhirnya berhasil mempertahankan gelar juara setelah mengalahkan All-Stars Jakarta melalui adu penalti 4-3 usai bermain imbang tanpa gol pada waktu normal.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengapresiasi penyelenggaraan MLSC yang dinilainya menjadi bagian penting dari pembangunan fondasi sepak bola putri Indonesia. “PSSI telah menyiapkan blueprint 10 tahun menuju Piala Dunia Wanita 2035. Sekarang kita tidak lagi hanya bicara rencana, tetapi sudah bergerak melalui program dan kompetisi seperti MilkLife Soccer Challenge. Kemajuan ini hanya bisa dicapai lewat kolaborasi antara pemerintah, swasta, komunitas, sekolah, dan orang tua,” ujarnya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore