
Pemain muda Persija, Dony Tri Pamungkas. (Dok. Persija/Istimewa)
JawaPos.com - I.League resmi menghapus regulasi wajib memainkan pemain U-23 sebagai starter selama 45 menit pada Super League 2026-2027. Asisten pelatih Persija Jakarta, Ricky Nelson, menilai penghapusan aturan tersebut bukan ancaman bagi perkembangan pemain muda.
Menurut Ricky, keputusan itu justru menunjukkan bahwa I.League ingin pemain muda bermain karena kualitas dan kemampuan bersaing, bukan sekadar karena kewajiban regulasi.
“Sebenarnya, dengan dihapusnya regulasi U-23, itu menandakan bahwa yang diinginkan I.League adalah pemain-pemain muda yang memang mampu bersaing dengan para seniornya dan layak bermain, bukan dipaksakan karena aturan,” ujar Ricky kepada Jawa Pos kemarin (20/5).
Dia menilai proses regenerasi seharusnya berjalan secara alami. Pemain muda mesti mendapatkan tempat karena performa yang mereka tunjukkan di lapangan.
“Artinya, prosesnya harus berjalan alami, bukan karena keterpaksaan regulasi. Dalam beberapa tahun terakhir, memang aturan itu membuat setiap tim harus memainkan pemain U-23 atau pemain muda,” lanjutnya.
Ricky juga melihat perkembangan pemain muda Indonesia saat ini sudah cukup baik. Karena itu, banyak pemain muda dinilai tetap mampu mendapatkan menit bermain tanpa bantuan regulasi khusus.
“Dengan perkembangan sekarang, rasanya banyak pemain muda yang tidak perlu lagi dipaksakan lewat regulasi untuk bisa tampil. Mereka tetap mampu mendapatkan menit bermain karena kualitasnya,” katanya.
Mantan pelatih Borneo FC Samarinda itu mencontohkan sejumlah klub yang dalam beberapa musim terakhir konsisten memberi ruang bagi pemain muda.
“Di beberapa klub juga sudah terlihat, seperti di PSM Makassar, Borneo, maupun kami di Persija, yang cukup banyak memainkan pemain muda. Jadi, sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir dengan dihapuskannya regulasi ini,” ucapnya.
Dia pun optimistis regenerasi pemain muda tetap berjalan di Super League musim depan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
