
Pelatih timnas U17 Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto mempin latihan terbuka di Lapangan A Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (24/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, bertanggung jawab usai timnya gagal lolos fase grup Piala Asia U-17 2026. Hasil tersebut sekaligus membuat Garuda Muda gagal mempertahankan prestasi ke Piala Dunia U-17 2026.
Timnas Indonesia U-17 menelan kekalahan 1-3 dari Jepang di laga terakhir Grup B, Rabu (13/5/2026) dini hari WIB. Kekalahan tersebut praktis membuat Garuda Muda finis sebagai juru kunci.
Timnas Indonesia U-17 hanya mengoleksi tiga poin, kalah head to head dari China dan Qatar. Sementara Jepang, lolos ke perempat final sebagai juara grup sekaligus mengamankan tiket Piala Dunia U-17 2026.
Hasil yang cukup mengecewakan tentunya. Sebab, Timnas Indonesia U-17 gagal mengukir pencapaian seperti edisi sebelumnya yang sukses melaju ke perempat final sekaligus mengamankan tiket Piala Dunia U-17 2025.
“Sebagai head coach tentunya saya akan bertanggung jawab penuh atas kegagalan untuk mengulang sukses tim yang tahun lalu,” kata Kurniawan dalam keterangannya, Rabu (13/5/2026).
Kurniawan juga menyampaikan permohonan maafnya atas kegagalan Timnas Indonesia U-17. Pelatih berkepala plontos itu turut mengapresiasi anak asuhnya yang telah bekerja keras di Piala Asia U-17 2026.
“Atas nama pribadi dan juga sebagai head coach, sebagai penanggung jawab di tim ini, saya mohon maaf atas kegagalan ini,” ujarnya.
“Tapi saya tetap berterima kasih kepada semua staf yang ada di belakang tim, dan juga terima kasih atas kerja keras para pemain,” tambah Kurniawan.
Lebih jauh, pihaknya meminta kepada para pemain untuk tidak patah semangat.
Legenda hidup Timnas Indonesia itu berharap Mathew Baker cs dapat terus meningkatkan kualitasnya hingga membawa tim Merah Putih mengukir prestasi di masa mendatang.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
