
Pemain Adhyaksa FC merayakan gol Adilson Da Silva ke gawang Persipura Jayapura pada babak pertama play-off promosi Super League 20252026 di Stadion Lukas Enembe. (Adhyaksa)
JawaPos.com - Pemilik Adhyaksa Banten Eko Setyawan mengungkapkan timnya musim depan pada Super League 2026/2027 berencana pindah homebase ke Ternate, Maluku Utara.
Saat ditemui awak media termasuk ANTARA di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (9/5), setelah menghadiri acara upacara penghargaan Pegadaian Championhsip, Eko mengungkapkan komunikasi yang terjalin untuk pindah ke Ternate sudah berjalan 20 persen.
"Alasannya di sana itu ada namanya dulu Persiter Ternate. Persiter Ternate punya massa cukup besar ya, yang kita lihat sekarang kan dia di Malut United itu suporternya kebanyakan adalah yang berasal dari suporternya Persiter Ternate," ungkap Eko.
"Nah, tapi kita lihat beberapa pertandingan mulai sepi, nah, kita coba cari permasalahannya seperti apa. Oh, nah kita ada bicara dengan orangnya Pak Gubernur. Akhirnya sudah 20 persen lah kita bicara. Ya mudah-mudahan sebelum kick-off (Super League) nanti kita sudah putuskanlah nanti di mana," kata dia.
Soal rencana stadion, Eko mengungkapkan rencananya akan menggunakan Stadion Gelora Kie Raha, Ternate, yang sekarang dipakai oleh Malut United, dan sudah mendapatkan verifikasi I.League untuk dapat dipakai dalam pertandingan Super League.
Nantinya, Adhyaksa juga tak akan menghilangkan nama Adhyaksa itu sendiri jika pindah ke Ternate. "Kalau seandainya di sana mungkin Adhyaksa Persiter Ternate misalnya," ucap dia.
Begitu juga dengan pemain, jika pindah ke Ternate, Adhyaksa memastikan akan menampung talenta-talenta asli dari Ternate untuk memperkuat tim. "Seperti halnya kita main di Banten. Di Banten itu hampir 6-7 pemain itu dari Banten semua sekarang ini yang kita main di Liga 2 ini. Kalau kita main di Ternate, sudah pasti kita akan ambil talenta Ternate-Ternate yang akan kita gunakan. Intinya kita libatkan putra-putra daerah," ungkap dia.
Kabar ini sekaligus sedikit menjawab teka-teki homebase Adhyaksa musim depan di kasta tertinggi, yang sebelumnya juga dikabarkan akan pindah ke Nusa Tenggara Timur (NTT).
Rencana pindah ke NTT urung terjadi setelah Eko mengungkapkan stadion di sana belum sesuai standar Super League. "Saya lihat juga dari unsur supporting-nya lampu dan lain-lain juga masih lama, pasti banyak yang di-upgrade lah," kata dia.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
