
Persib Bandung vs Persija Jakarta saat pertandingan Super League di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (11/1/2026). (Taofik Achmad Hidayat)
JawaPos.com — Kompetisi Super League 2025-2026 memasuki pekan ke-32. Namun, aroma final sudah terasa di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur. Tepatnya dalam pertandingan Persija Jakarta melawan Persib Bandung sore ini (siaran langsung Indosiar pukul 15.30 WIB).
Bagi Persib, pertandingan ini menjadi kesempatan untuk mempertahankan posisi di puncak klasemen sekaligus menjauh dari tekanan Borneo FC Samarinda yang terus membayangi dengan poin sama 72. Maung Bandung akan berusaha mengalahkan Persija sambil berharap Borneo FC terpeleset saat bertandang ke markas Bali United.
Sementara itu, bagi Persija, laga ini ibarat hidup dan mati. Macan Kemayoran yang saat ini berada di peringkat ketiga dengan 65 poin wajib menang jika masih ingin menjaga peluang menjadi juara. Tambahan tiga poin akan memangkas jarak sekaligus menjaga asa juara mereka tetap hidup hingga akhir musim.
Namun, jika imbang, apalagi kalah, harapan Persija untuk menjadi juara praktis tertutup. Jika Persija kalah, Persib akan mengoleksi 75 poin. Jumlah tersebut sudah tidak mungkin dikejar Persija dalam sisa pertandingan musim ini.
Karena itu, meski bukan partai perebutan trofi secara langsung, duel klasik Persija kontra Persib kali ini terasa seperti final sesungguhnya. Pelatih Persija, Mauricio Souza, pun tidak ingin mengambil pilihan lain selain menang.
“Kami akan terus berjuang keras sepanjang waktu untuk mendapatkan tiga poin,” ujar pelatih asal Brasil tersebut.
Mauricio sudah belajar dari kekalahan 1-0 dari Persib pada putaran pertama Super League musim ini. Saat itu, meski bermain di Bandung, Persija mendominasi permainan. Berdasarkan statistik, Macan Kemayoran menguasai 57 persen penguasaan bola, berbanding 43 persen milik Persib.
Persija juga cukup berani melepaskan percobaan tembakan. Total ada tujuh tembakan dengan empat di antaranya tepat sasaran. Sementara itu, Persib melepaskan sembilan tembakan dengan empat yang mengarah ke gawang.
Ada dua hal yang dipetik Mauricio dari pengalaman bermain di Bandung tersebut. Pertama, Mauricio tidak ingin ada pemain Persija yang meriak sebelum pertandingan. Saat itu, Persija harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Bruno Tubarao menerima kartu merah ketika pertandingan baru berjalan 54 menit.
“Pertandingan putaran pertama sebenarnya cukup seimbang bagi kedua tim. Namun, pada satu kesempatan, Bandung berhasil mencetak gol karena kesalahan kami. Pada babak kedua, kami kehilangan satu pemain karena kartu merah. Itu membuat segalanya menjadi sulit saat melawan tim besar seperti Persib,” beber mantan pelatih Madura United tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022