
Kadek Raditya, pemain pinjaman Persis Solo dari Persebaya Surabaya (Dok. Persis Solo)
JawaPos.com - Tiga kemenangan beruntun diraih Persebaya Surabaya dalam tiga laga terakhir. Dua diantaranya diraih saat bermain di kandang tim lawan. Hal itulah yang menjadi modal positif Green Force saat melawat ke markas Persis Solo malam nanti 9/2).
Persis Solo memang sedang berjuang untuk lolos dari jeratan degradasi, dan tekad tersebut akan membuat Persebaya kesulitan. Namun, bagi pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, ada faktor lainnya yang bisa menjadi penghambat timnya meraih kemenangan.
Hal itu adalah kehadiran dua mantan pemain Persebaya di kubu Persis, yaitu Dejan Tumbas dan Kadek Raditya. Tavares pun tidak menampik bahwa kehadiran dua pemain tersebut bisa dalam laga nanti bisa berpotensi menjadi mimpi buruk skuad Green Force.
“Saya pikir mereka berkembang dengan baik di Persis. (Dejan) Tumbas sekarang bermain di beberapa posisi berbeda, sementara Kadek juga mendapat lebih banyak kesempatan bermain. Tapi kami tetap fokus pada tugas kami sendiri, yaitu mencoba memenangkan pertandingan,” beber Tavares seperti dikutip dari laman resmi klub.
Sementara itu, Dejan Tumbas mengungkaapkan laga menghadapi Persebaya merupakan satu dari tiga pertandingan 'final' bagi Persis Solo karena hasil akhirnya sangat menentukan nasib mereka di Super League.
"Kita punya tiga laga final yang harus kita hadapi dengan baik. Tentu ada peluang bagi kami untuk meraih tiga poin. Apalagi pendukung kami bisa hadir di pertandingan dan ini menjadi penting agar kami bisa meraih hasil maksimal,” ungkap Tumbas.
Performa Dejan Tumbas bersama Persis Solo musim ini memang menunjukkan peningkatan dibandingkan di Persebaya, jika dilihat dari jumlah gol yang ia ciptakan, mengingat dia adalah pemain yang berposisi asli sebagai penyerang.
Selama bermain untuk Green Force, ia tidak mencetak satu gol pun. Namun untungnya, kemampuannya bermain sebagai gelandang membuatnya masih mendapat tempat musim lalu hingga setengah musim ini di dalam skuad Persebaya.
Pergantian pelatih dari Eduardo Perez ke Bernardo Tavares turut memberi dampak bagi Tumbas, dan ia dilepas ke Persis Solo. Ternyata keputusannya cukup tepat.
Baru bergabung di paruh kedua musim, ia langsung nyetel dan telah menyumbang dua gol untuk tim berjuluk Laskar Sambernyawa itu. Rata-rata tembakannya per laga juga cukup bagus, yaitu 1,6 dan punya akurasi passing 80 persen, membuktikan bahwa tak jarang ia memberi ancaman bagi gawang tim lawan.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
