
Persebaya Surabaya tunjukkan sportivitas usai menang 4-0 atas PSBS Biak dengan momen haru penuh respek di lapangan. (Persebaya)
JawaPos.com–Persebaya Surabaya kembali menunjukkan bahwa rivalitas dalam sepak bola tidak melampaui batas pertandingan. Hal tersebut terlihat usai kemenangan telak 4-0 atas PSBS Biak di Stadion Gelora Bung Tomo yang justru diakhiri dengan suasana penuh kehangatan.
Kemenangan besar itu memang menjadi milik Green Force, tetapi cerita sesungguhnya muncul setelah peluit panjang dibunyikan. Di saat sebagian tim mungkin larut dalam euforia, Persebaya Surabaya memilih menghadirkan momen yang jauh lebih bermakna.
Hasil tersebut memastikan PSBS Biak harus turun kasta ke Liga 2 musim depan. Situasi itu jelas tidak mudah bagi tim tamu, terlebih setelah harus menerima kekalahan dengan skor mencolok di hadapan ribuan suporter tuan rumah.
Namun, di tengah kondisi tersebut, Persebaya Surabaya justru memperlihatkan sikap penuh respek kepada tim lawan. Tidak ada gestur berlebihan, tidak ada selebrasi yang menyakiti, hanya penghormatan yang tulus sebagai sesama pejuang di lapangan hijau.
Seusai pertandingan, skuad Persebaya Surabaya mengajak seluruh pemain PSBS Biak berkumpul di tengah lapangan. Kedua tim kemudian saling memberikan penghormatan, berjabat tangan, hingga menyanyikan lagu Song For Pride bersama dalam suasana yang menyentuh.
Momen tersebut terasa kontras dengan hasil pertandingan yang baru saja terjadi. Kekalahan dan kemenangan seakan melebur menjadi satu dalam nuansa persaudaraan yang jarang terlihat dalam tensi kompetisi profesional.
Media Officer Persebaya Surabaya Jonathan Yohvinno mengungkapkan, bentuk empati juga ditunjukkan dari jajaran tim pelatih. Dia menyebut bahwa perhatian tidak hanya datang dari pemain, tetapi juga dari sosok di balik layar tim.
”Pelatih Bernardo Tavares bahkan menunggu PSBS Biak keluar dari ruang ganti untuk memberikan semangat kepada pemain, pelatih, dan ofisial mereka,” ujar Jonathan Yohvinno.
Tindakan sederhana itu justru memiliki makna besar di tengah situasi sulit yang dihadapi lawan. Apa yang dilakukan pelatih asal Portugal tersebut menjadi cerminan nilai sportivitas yang sesungguhnya. Sepak bola tidak hanya soal strategi dan kemenangan, tetapi juga soal bagaimana menghargai perjuangan tim lain.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
