
Direktur Persija Jakarta Mohamad Prapanca saat berbincang dengan jurnalis dalam agenda Ngopi Bareng Persija di Persija Galeri. (Dok. Persija)
JawaPos.com — Isu mengenai sumber dana klub kembali menyeret nama Persija Jakarta. Klub berjuluk Macan Kemayoran itu sempat dicap sebagai tim yang bergantung pada dana APBD menjelang bergulirnya Super League 2025/2026.
Label tersebut akhirnya dijawab langsung oleh manajemen Persija Jakarta. Direktur Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, memilih berbicara terbuka mengenai sumber finansial klub yang selama ini sering diperdebatkan.
Penjelasan itu disampaikan dalam agenda Ngopi Bareng Persija yang digelar di Persija Galeri pada Selasa sore (10/3/2026). Pertemuan santai tersebut menghadirkan suasana hangat antara manajemen klub dan para jurnalis.
Momentum Ramadhan membuat dialog berlangsung lebih cair. Dalam suasana penuh kebersamaan, berbagai isu mengenai Persija Jakarta dibahas secara terbuka.
Salah satu topik yang paling menarik perhatian adalah anggapan Persija Jakarta merupakan klub yang bergantung pada dana pemerintah daerah. Isu tersebut sudah lama beredar di kalangan publik sepak bola nasional.
Sebagian pihak menilai kedekatan Persija Jakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuat klub itu sering disebut sebagai APBD FC.
Narasi tersebut bahkan kerap muncul dalam diskusi suporter maupun perbincangan di media sosial.
Mohamad Prapanca menilai anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Ia menegaskan Persija Jakarta saat ini dikelola sebagai klub profesional dengan sistem pembiayaan berbasis bisnis.
Menurutnya, operasional klub tidak bergantung pada satu sumber dana saja. Struktur pendanaan Persija Jakarta berasal dari berbagai jalur komersial yang saling mendukung.
Salah satu sumber utama tentu berasal dari sponsor. Kerja sama komersial dengan berbagai perusahaan menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas klub sepanjang musim.
Selain sponsor, pemasukan juga datang dari penjualan tiket pertandingan. Basis suporter Persija Jakarta yang besar membuat potensi pendapatan dari sektor ini tetap signifikan.
Pendapatan lain juga diperoleh melalui penjualan merchandise resmi klub. Produk-produk berlogo Persija Jakarta menjadi bagian dari strategi bisnis yang terus dikembangkan.
Aktivitas bisnis klub tidak berhenti di situ. Persija Jakarta juga menjalin berbagai kolaborasi komersial yang membuka peluang pendapatan baru.
Model bisnis tersebut membuat klub mampu menjalankan operasional secara profesional. Dengan berbagai sumber pemasukan itu, Persija Jakarta berupaya menjaga stabilitas finansialnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
