Toni Firmansyah jadi winger dadakan Persebaya Surabaya hadapi Persib Bandung. (Persebaya)
JawaPos.com — Keputusan pelatih Bernardo Tavares menjadikan Toni Firmansyah sebagai winger dadakan saat menghadapi Persib Bandung sempat memantik tanya. Banyak yang mengira itu bentuk kepanikan, padahal ada alasan taktis di balik langkah berani tersebut.
Dalam laga pekan 24 Super League 2025/2026 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Persebaya Surabaya harus puas bermain imbang 2-2 melawan juara bertahan.
Green Force bahkan sempat tertinggal sebelum akhirnya mampu menyamakan kedudukan lewat perjuangan tanpa lelah sepanjang pertandingan.
Tavares menegaskan timnya sebenarnya mengincar kemenangan penuh di kandang sendiri. Namun, ia tetap memberi apresiasi atas respons para pemain yang mampu bangkit dari tekanan.
"Kami sebenarnya ingin menang, tapi kami harus tetap senang dengan semangat juang pemain meski hasilnya seri,” kata Tavares saat konferensi pers setelah pertandingan di Stadion GBT Surabaya, Senin malam (2/3/2026).
Pelatih asal Portugal itu menilai pertandingan berjalan terbuka dengan peluang silih berganti dari kedua kubu. Hasil imbang dinilai cukup merepresentasikan duel sengit yang terjadi selama 90 menit.
Sorotan kemudian tertuju pada keputusan tak biasa memainkan Toni Firmansyah di sektor sayap kanan. Padahal, pemain muda tersebut dikenal sebagai gelandang yang lebih sering beroperasi di lini tengah.
Tavares membeberkan alasan di balik eksperimen tersebut. Ia melihat Toni memiliki agresivitas, kecepatan, serta teknik yang sesuai dengan kebutuhan tim di sisi kanan.
Keputusan itu bukan tanpa hasil. Dari posisi barunya, Toni mampu menyumbangkan satu assist penting yang membantu Persebaya Surabaya mengejar ketertinggalan.
“Dia aslinya bukan pemain sayap kanan, tapi dia menyelesaikan pertandingan di posisi tersebut,” tuturnya.
Dalam situasi badai cedera yang melanda tim, fleksibilitas pemain menjadi kunci. Tavares menyebut atmosfer stadion juga memberi dorongan mental tambahan bagi anak asuhnya.
Ia mengapresiasi dukungan Bonek dan Bonita yang tak henti memberi energi sepanjang laga. Sorakan dari tribun Gelora Bung Tomo membuat pemain tetap percaya diri meski beberapa harus tampil di luar posisi asli.
“Saya tidak bisa komplain sedikit pun terhadap apa yang terjadi para pemain,” kata Tavares.
Bagi Toni Firmansyah sendiri, penempatan di posisi winger bukan persoalan besar. Ia memilih fokus menjalankan instruksi pelatih demi kepentingan tim.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
