
Malik Risaldi saat menjalani sesi latihan Persebaya Surabaya jelang laga kontra Persib Bandung di Gelora Bung Tomo. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Kabar terbaru Malik Risaldi menjadi sorotan jelang duel panas Persebaya Surabaya kontra Persib Bandung. Kondisi sang winger menambah tanda tanya besar soal ketajaman lini depan Green Force saat menghadapi pemuncak klasemen Super League, Senin (2/3/2026).
Persebaya Surabaya bertekad meneruskan tren positif di kandang saat menjamu Persib Bandung. Duel klasik ini menjadi momentum menjaga marwah Gelora Bung Tomo sekaligus memperbaiki efektivitas penyelesaian akhir.
Evaluasi paling krusial selepas laga terakhir memang mengarah ke sektor finishing.
Saat menghadapi PSM Makassar, Green Force mencatatkan 14 kreasi peluang dan 20 tembakan dengan enam mengarah ke gawang, tetapi hanya satu berbuah gol.
Produktivitas itu jelas belum ideal untuk tim yang ingin menekan papan atas. Apalagi lawan yang dihadapi kali ini bukan tim sembarangan dengan organisasi pertahanan paling solid hingga pekan ke-23.
Persib Bandung baru kebobolan 11 gol sepanjang musim ini. Catatan itu menjadi alarm sekaligus tantangan serius bagi lini depan Persebaya Surabaya.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tidak menutup mata terhadap masalah tersebut. Ia memastikan tim pelatih sudah menggenjot sesi khusus penyelesaian akhir dalam sepekan terakhir.
Menu latihan finishing menjadi agenda wajib demi meningkatkan akurasi dan ketenangan di depan gawang. Namun situasi tak berjalan sepenuhnya mulus karena ada kabar kurang menggembirakan dari Malik Risaldi.
“Mengenai penyelesaian akhir, kami sudah mencobanya dalam minggu terakhir. Malik kembali berlatih, kami melakukan sirkulasi bola. Tapi dia cedera lagi saat latihan menembak itu,” ujar Tavares.
Cedera yang kembali dialami Malik tentu memunculkan kekhawatiran. Sebab, pergerakannya di sisi kanan kerap menjadi salah satu sumber variasi serangan Persebaya Surabaya.
Secara statistik, kontribusi Malik musim ini memang belum meledak dalam urusan gol. Dari 20 penampilan, ia mencatat satu gol dengan total 1.179 menit bermain dan rata-rata 59 menit per laga.
Frekuensi golnya tercatat satu gol tiap 1.179 menit. Ia melepaskan rata-rata 1,2 tembakan per pertandingan dengan 0,5 di antaranya tepat sasaran.
Meski belum tajam dalam urusan mencetak gol, Malik tetap memberi kontribusi lewat dua assist. Ia juga mencatat 0,8 umpan kunci per laga dengan akurasi umpan 76 persen atau 11,3 umpan akurat per pertandingan.
Distribusi bola panjangnya memiliki akurasi 43 persen, sedangkan crossing akurat berada di angka 33 persen. Angka itu menunjukkan perannya lebih sebagai kreator dari sisi lapangan dibanding finisher utama.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
