Ilustrasi pertandingan Persebaya Surabaya di Super League 2025-2026 yang berujung sanksi Komdis PSSI. (Persebaya)
JawaPos.com — Denda Komdis PSSI tembus Rp 100 juta setelah Persebaya Surabaya dan Arema FC resmi dijatuhi sanksi dalam lanjutan Super League 2025/2026. Total hukuman finansial itu berasal dari sejumlah pelanggaran yang terjadi pada awal Februari 2026.
Persebaya Surabaya menerima sanksi setelah pertandingan melawan Bali United pada pekan ke-20 Super League. Komdis menjatuhkan sanksi karena suporter Persebaya Surabaya sebagai tim tamu hadir dalam pertandingan.
Atas pelanggaran tersebut, Persebaya Surabaya dijatuhi hukuman berupa denda Rp 25 juta. Angka ini langsung menjadi sorotan karena kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi kehadiran suporter tim tamu.
Di sisi lain, Arema FC juga menerima dua sanksi dalam pertandingan kontra Persija Jakarta pada pekan ke-20.
Pelanggaran pertama serupa dengan yang dialami Persebaya Surabaya, yakni suporter tim tamu hadir langsung dalam pertandingan.
Arema pun dikenai denda Rp 25 juta atas pelanggaran tersebut. Situasi ini menunjukkan aturan soal kehadiran suporter tandang masih menjadi pekerjaan rumah bagi klub-klub peserta liga.
Tak hanya itu, dalam laga yang sama, Arema FC kembali mendapat hukuman tambahan dari Komdis. Dalam putusan tertulis, terdapat 4 orang pemain dan 1 orang ofisial yang mendapatkan kartu kuning dalam pertandingan tersebut.
Akumulasi pelanggaran disiplin itu berujung pada sanksi finansial tambahan. Singo Edan dijatuhi denda Rp 50 juta akibat banyaknya kartu kuning yang diterima dalam satu laga.
Dengan demikian, total denda yang harus dibayar Arema mencapai Rp 75 juta. Sementara Persebaya Surabaya sebesar Rp 25 juta.
Jika digabungkan, total keseluruhan sanksi terhadap kedua klub tersebut menembus angka Rp 100 juta. Nominal ini tentu tidak kecil, apalagi kompetisi masih menyisakan banyak pertandingan penting ke depan.
Sanksi dari Komdis PSSI ini kembali memantik perhatian publik sepak bola nasional. Disiplin suporter dan pengendalian emosi pemain di lapangan menjadi dua aspek krusial yang tak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Bagi Persebaya Surabaya, denda Rp 25 juta memang hanya berasal dari satu pelanggaran. Namun, kehadiran suporter tandang tetap menjadi isu sensitif yang harus dikelola dengan cermat oleh manajemen klub.
Arema FC menghadapi situasi lebih berat karena harus menanggung dua jenis pelanggaran sekaligus. Selain faktor suporter, aspek kedisiplinan pemain juga memberi dampak finansial signifikan.
Empat kartu kuning untuk pemain dan satu bagi ofisial dalam satu pertandingan menjadi catatan serius. Intensitas laga memang tinggi, tetapi kontrol emosi tetap menjadi kunci menjaga stabilitas tim.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Prediksi Susunan Pemain Korsel vs Republik Ceko: Son Heung-min Tegaskan Siap Bantu Taegeuk Warrior Menang!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Prediksi Kanada vs Bosnia di Piala Dunia 2026: Tuan Rumah Dibayangi Ancaman Kuda Hitam dari Eropa
