Selebrasi pemain Persija Jakarta Maxwell usai membobol gawang PSM Makasar pada pertandingan Super Laegue di Jakarta Internasional Stadion, Jakarta, Jumat (20/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Persija Jakarta kembali berkandang di Jakarta International Stadium (JIS) saat menghadapi PSM Makassar kemarin (20/2). Hasilnya, mereka sukses meraih kemenangan 2-1 atas Tim Juku Eja.
Sayangnya, skuad Persija dikecewakan oleh kualitas lapangan JIS. Sang pelatih, Mauricio Souza, terang-terangan mengkritik kondisi lapangan, dan menilai skuad asuhannya beruntung bisa beradaptasi dengan itu.
Hal itu karena Souza menerapkan gaya bermain yang mengandalkan kecepatan, baik dari segi speed pemain hingga aliran bola. Ketika kondisi lapangan buruk, maka permainan Macan Kemayoran tak bisa maksimal.
Souza menilai kemenangan 2-1 atas PSM Makassar dipengaruhi kemampuan timnya beradaptasi dengan kondisi lapangan yang kurang ideal.
“Kondisi lapangan memang tidak menawarkan kualitas yang baik dan itu biasanya merugikan tim kami yang bermain cepat. Tapi hari ini juga merugikan lawan,” ujar Souza seperti dikutip dari Antara.
Souza memberi contoh dampak buruk dari kondisi lapangan JIS, yaitu saat kiper PSM, Reza Arya, membuat kesalahan saat membuang bola yang langsung dimanfaatkan dengan baik oleh penyerang Persija, Maxwell Souza, melalui sundulan jitu.
Hal lain yang bikin pelatih asal Brasil itu meradang adalah tidakdigunakannya teknologi VAR karena gangguan teknis. Padahal, di era sepak bola modern, VAR bisa membantu memberi keputusan yang lebih akurat.
“Saya pikir sangat disayangkan tidak ada VAR. Dalam situasi yang meragukan, VAR bisa membantu mengklarifikasi,” tuturnya lagi.
Meski demikian, Souza mengakui timnya telah diberi informasi sebelumnya bahwa pertandingan tidak akan menggunakan VAR sehingga ia dan seluruh skuad mau tidak mau menerima keputusan tersebut.
Pelatih PSM, Thomas Trucha, juga turut menyayangkan gangguan teknis VAR yang tidak bisa digunakan hingga laga usai.
“Kami diinformasikan saat pemanasan bahwa VAR tidak aktif dan sedang diperbaiki. Kami menunggu hingga pertandingan berjalan, bahkan sampai jeda babak pertama, tetapi tidak ada kepastian,” kata Thomas.
Menurut dia, ketidakaktifan VAR cukup berpengaruh dalam sebuah pertandingan saat ini karena bisa membuat sejumlah momen yang bisa dianggap pelanggaran menjadi terlewat.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
