
Bruno Moreira dapat sorotan tegas dari Bernardo Tavares di skuad Persebaya Surabaya. (Persebaya)
JawaPos.com — Bernardo Tavares menegaskan bahwa tidak ada anak emas di Persebaya Surabaya. Artinya, tak ada jaminan tempat utama bagi setiap pemain, termasuk kapten tim, Bruno Moreira.
Pesan itu terasa jelas saat Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bung Tomo, Sabtu (14/2/2026) malam.
Pada menit ke-66, Bruno ditarik keluar ketika tim tengah tertinggal 1-2 dan berusaha keras mengejar gol penyeimbang.
Momen pergantian itu memantik sorotan. Bruno tampak kesal, bahkan sempat melempar botol minuman sebelum duduk di bench.
Reaksi tersebut mudah dipahami mengingat kontribusinya selama ini. Dari 19 laga yang dijalani musim ini, ia selalu turun sebagai starter dan nyaris tak tergantikan.
Namun, Tavares punya pandangan berbeda. Pelatih asal Portugal itu menilai keputusan menarik Bruno merupakan langkah yang harus diambil demi kepentingan tim.
“Tidak ada pemain yang suka diganti. Kalau dia (Bruno) senang saat ditarik keluar, saya malah tidak suka. Saya akan memarahinya,” kata Tavares dalam sesi konferensi pers usai laga melawan Bhayangkara FC.
Baginya, ekspresi kecewa justru menunjukkan hasrat bermain yang tinggi. Tetapi, itu tak otomatis membuat seorang pemain kebal dari evaluasi.
Menurut Tavares, performa Bruno di laga tersebut tak sesuai harapannya. “Karena performa Bruno di laga kali ini memang tidak sesuai dengan ekspektasi saya,” ungkap mantan pelatih PSM Makassar tersebut.
Ia menegaskan tak akan segan mengganti siapa pun yang tampil di bawah standar. Status kapten tak memberi perlakuan istimewa di ruang ganti Persebaya Surabaya.
“Bruno memang pemain penting dan merupakan kapten tim. Namun, terkadang seorang pemain juga bisa memiliki hari yang buruk,” beber pelatih kelahiran 2 Mei 1980 itu.
Tavares menilai hari buruk merupakan bagian dari dinamika sepak bola. Tugas pemain setelahnya adalah bangkit, bukan larut dalam kekecewaan.
“Tugasnya sekarang adalah bagaimana bisa pulih dengan cepat, kemudian menganalisis kesalahannya di lapangan,” cetusnya. Ia berharap Bruno segera kembali tampil impresif pada laga-laga berikutnya.
Secara statistik, kontribusi Bruno musim ini memang tak bisa dipandang sebelah mata. Dari 19 penampilan dengan total 1.684 menit bermain, ia mencetak tujuh gol dan menyumbang empat assist.
Rata-rata ia membukukan satu gol setiap 241 menit. Catatan tembakannya mencapai 1,3 per laga dengan 0,7 mengarah tepat sasaran.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Prediksi Skor hingga Rekor Pertemuan Persebaya vs PSMS: Ayam Kinantan Lebih Unggul Atas Green Force
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
Prediksi Skor Port FC vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Pembuktian Magis Shin Tae-yong!
