
Pemain asal Belanda Jop van der Avert menjalani debut bersama PSIM Jogja. (Istimewa)
JawaPos.com–Pemain asal Belanda Jop van der Avert, akhirnya menjalani debut perdana bersama PSIM Jogja dalam laga tandang ke Gresik pada 13 Februari. Pertandingan tersebut menjadi momen spesial karena sekaligus menandai laga pertamanya merumput di kompetisi Liga Indonesia.
Dalam pertandingan menghadapi Persik Kediri, Jop van der Avert langsung dipercaya tampil penuh oleh pelatih kepala PSIM Jean-Paul Van Gastel. Kepercayaan itu dijawab dengan performa disiplin sepanjang 90 menit, meski dia mengakui masih dalam tahap penyesuaian.
”Tentu saja ini pertandingan pertama, jadi saya rasa saya perlu membiasakan diri dengan sepak bola Indonesia. Semuanya berjalan lancar dan saya mulai terbiasa dengan cuacanya,” ujar Jop van der Avert usai pertandingan dikutip dari psimjogja.id.
Bagi pemain kelahiran 11 Mei 2000 tersebut, tampil langsung dalam laga tandang bukan hal mudah. Selain atmosfer stadion yang berbeda, intensitas permainan juga menuntut adaptasi cepat. Meski demikian, dia mengaku tidak benar-benar asing dengan sepak bola Indonesia.
Jop menyebut, sudah cukup sering menyaksikan pertandingan Liga Indonesia sebelum resmi bergabung dengan PSIM. Beberapa rekannya yang lebih dulu berkarier di Tanah Air membuatnya tertarik mengikuti perkembangan kompetisi.
”Saya banyak menonton pertandingan karena teman-teman saya juga bermain di Indonesia. Tapi tentu saja, selalu berbeda ketika Anda sendiri yang berada di lapangan,” kata Jop van der Avert.
Salah satu tantangan terbesar pemain asing di Indonesia adalah faktor cuaca. Namun bagi Jop, suhu panas justru bukan masalah. Dia bahkan mengaku lebih nyaman bermain dalam kondisi cuaca hangat dibandingkan dingin.
”Saya suka saat cuaca panas, jadi saya bukan pemain untuk cuaca dingin,” ucap Jop van der Avert sambil tersenyum.
Selain soal cuaca, Jop juga menilai kualitas Liga Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Kehadiran banyak pemain asing di setiap tim membuat komunikasi di lapangan menjadi lebih mudah, terutama bagi pemain baru seperti dirinya.
”Saya rasa liga ini sedang berkembang. Tim punya lebih banyak pemain asing, jadi saya bisa berkomunikasi dengan lebih mudah,” jelas Jop van der Avert.
Meski begitu, dia tak menampik bahwa proses mengenal rekan setim tetap menjadi tantangan tersendiri. Adaptasi tak hanya soal taktik, tetapi juga membangun chemistry di dalam dan luar lapangan.
Dengan debut yang telah dijalani dan kepercayaan penuh dari pelatih, Jop kini fokus meningkatkan performa demi membantu PSIM Jogja meraih hasil lebih baik di laga-laga berikutnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
