Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Februari 2026 | 05.15 WIB

Putaran Kedua BRI Super League, Pelatih Persija Dituntut Maksimalkan Potensi Rekruran Pemain Baru

Kedalaman skuad Persija Jakarta mentereng setelah mantan rekan Lionel Messi segera bergabung (Instagram.com/@persija) - Image

Kedalaman skuad Persija Jakarta mentereng setelah mantan rekan Lionel Messi segera bergabung (Instagram.com/@persija)

JawaPos.com–Putaran kedua BRI Super League musim 2025-2026 menjadi ujian bagi Persija Jakarta. Terutama dalam hal memaksimalkan sejumlah pemain baru yang baru saja didatangkan Macan Kemayoran.

Kehadiran tujuh pemain baru Persija, termasuk Fajar Fathurrahman, Alaeddine Ajaraie, Paulo Ricardo, Shayne Pattynama, Jean Motta, Mauro Zijlstra, dan kiper muda Cyrus Margono, memberikan keuntungan sekaligus tantangan bagi pelatih Mauricio Souza. Dari sisi strategi, Persija tampak masih mengandalkan kombinasi pemain lama untuk menjaga kestabilan permainan.

Fajar dan Alaeddine mendapat menit bermain. Rekrutan lain, seperti Shayne Pattynama dan Paulo Ricardo, belum terlalu banyak mendapatkan menit bermain.

Jean Motta, Mauro Zijlstra, dan Cyrus Margono bahkan belum mencatatkan menit bermain sama sekali. Hal itu menunjukkan bahwa integrasi pemain anyar belum berjalan dengan baik mereka masih membutuhkan waktu untuk adaptasi.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan apakah rotasi pemain Persija cukup efektif untuk menjaga ritme permainan Macan Kemayoran di tengah ketatnya persaingan papan atas BRI Super League. Analisis pertandingan menunjukkan bahwa tanpa menit bermain yang merata, pemain baru sulit menemukan ritme dan adaptasi di level kompetisi tinggi.

Padahal untuk menjadi juara di BRI Super League membutuhkan tim dengan kedalaman tim yang siap menghadapi badai cedera, akumulasi kartu, dan intensitas pertandingan yang tinggi. Shayne Pattynama, misalnya, sebagai pemain Timnas Indonesia, diharapkan mampu memberi kreativitas di sektor sayap kiri.

Namun minimnya waktu bermain membuat kontribusinya belum optimal. Begitu pula dengan Paulo Ricardo dan Mauro Zijlstra, yang memiliki potensi besar untuk menambah variasi taktik, tetapi masih menunggu kesempatan menit bermain yang lebih banyak.

Dari perspektif analisis manajemen tim, kehadiran pemain baru seharusnya tidak hanya mengisi kuota pemain asing, tetapi juga mendorong persaingan untuk merebutkan posisi secara sehat.

Pelatih perlu menyeimbangkan kebutuhan hasil dengan proses adaptasi pemain baru. Penggunaan rotasi yang cerdas bisa menjadi kunci untuk menjaga performa tim sekaligus menilai efektivitas transfer yang dilakukan pada paruh kedua BRI Super League.

Secara keseluruhan, Persija sedang berada di titik kbagaimana memanfaatkan potensi pemain baru untuk memperkuat tim, tanpa mengganggu kestabilan formasi inti. Suporter tentu berharap nama-nama anyar bisa lebih sering tampil, bukan hanya sebagai pelapis, tapi sebagai bagian dari solusi untuk mencapai target menjadi juara BRI Super League.

Jika pelatih Mauricio Souza berhasil menyeimbangkan rotasi, adaptasi pemain baru, dan strategi permainan, Persija berpeluang meningkatkan kualitas tim secara keseluruhan. Namun, kegagalan dalam memaksimalkan potensi rekrutan anyar bisa membuat investasi transfer musim ini belum memberikan dampak signifikan di lapangan.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore