Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 Februari 2026 | 02.47 WIB

Nggak Ada Pemain Baru Lagi! 2 Amunisi Lokal Jadi Kepingan Puzzle Terakhir Bernardo Tavares di Persebaya Surabaya

Riyan Ardiansyah saat berlatih bersama Persebaya Surabaya jelang hadapi Bhayangkara FC. (Persebaya) - Image

Riyan Ardiansyah saat berlatih bersama Persebaya Surabaya jelang hadapi Bhayangkara FC. (Persebaya)

JawaPos.com — Dua pemain lokal resmi menjadi kepingan puzzlw terakhir Bernardo Tavares dalam menyusun skuad Persebaya Surabaya pada bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026. Riyan Ardiansyah dan Ahmad Mujtaba Akbar dipastikan menutup pergerakan Green Force di jendela transfer kali ini.

Keputusan itu menegaskan arah kebijakan tim pelatih dalam memaksimalkan komposisi yang ada. Persebaya Surabaya memilih kombinasi pengalaman dan potensi muda untuk mengarungi sisa kompetisi musim ini.

Riyan Ardiansyah bukan nama asing di kancah sepak bola nasional. Winger berusia 29 tahun itu pernah memperkuat PSIS Semarang dan terakhir membela Malut United FC.

Pengalamannya di kompetisi kasta tertinggi menjadi nilai tambah yang dibutuhkan tim. Bernardo Tavares menilai Riyan dapat memberi opsi sekaligus solusi di lini serang Green Force.

"Kami juga mendatangkan pemain yang memiliki lebih banyak pengalaman. Namun Rian baru saja melewati masa musim tidak aktif dan tidak bermain untuk Malut, jadi kondisinya stamina belum terlalu baik. Kami akan berusaha melatihnya,” ujar Bernardo Tavares.

“Dan karena kami memiliki banyak pemain muda, sangat baik bahwa kami mendatangkan pemain dengan beberapa pengalaman yang bisa bermain di lebih dari satu posisi.”

Pernyataan itu menegaskan kondisi fisik Riyan belum berada di level terbaik. Tim pelatih menyiapkan program khusus untuk menggenjot stamina dan performanya secara bertahap.

Secara statistik, kontribusi Riyan bersama PSIS Semarang cukup solid. Ia mencatat 119 pertandingan dengan torehan 12 gol dan 6 assist selama 6.144 menit bermain.

Catatan disiplinnya juga tergolong terkontrol meski sempat mengoleksi 17 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan satu kartu merah. Sementara saat membela Malut United FC, ia tampil lima kali dengan total 61 menit bermain.

Minimnya menit bermain di klub terakhir menjadi pekerjaan rumah tersendiri. Namun pengalaman panjang di level tertinggi tetap membuatnya layak menjadi kepingan penting dalam skema Bernardo Tavares.

Selain mendatangkan Riyan, Persebaya Surabaya juga memberi ruang bagi talenta muda akademi. Ahmad Mujtaba Akbar dipromosikan dari tim Elite Pro Academy untuk merasakan atmosfer tim utama.

Pemain yang memiliki nama lengkap Ahmad Mujtaba Ilham Akbar itu lahir pada 8 Juni 2007. Bek kiri berusia 18 tahun tersebut saat ini tercatat sebagai bagian dari Persebaya Surabaya U-20 sejak 1 September 2025.

Promosi Mujtaba menjadi simbol komitmen klub dalam mengorbitkan pemain muda. Ia dinilai memiliki potensi untuk berkembang lebih jauh bersama skuad senior.

Statistiknya di level U-20 cukup menjanjikan untuk ukuran pemain bertahan. Dari 10 pertandingan, Mujtaba mencatat satu gol, satu kartu kuning, dan 736 menit bermain.

Bernardo menegaskan proses pemantauan pemain akademi berjalan konsisten. Ia memastikan setiap talenta muda mendapat kesempatan menunjukkan kualitasnya di hadapan tim pelatih utama.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore