
Bernardo Tavares ungkap rahasia Persebaya Surabaya jungkalkan Bali United tanpa striker murni. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Menang tanpa striker murni menjadi cerita besar di balik keberhasilan Persebaya Surabaya menaklukkan Bali United. Bernardo Tavares membuktikan fleksibilitas taktik dan karakter tim mampu mengatasi situasi sulit di Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Persebaya Surabaya sukses membawa pulang tiga poin penting usai menang 3-1 atas Bali United dalam lanjutan Super League musim 2025/2026. Hasil ini semakin menegaskan posisi Green Force sebagai tim papan atas yang konsisten sepanjang musim.
Kemenangan di kandang Bali United terasa spesial karena diraih dengan kondisi yang jauh dari ideal. Sejak menit ke-39, Persebaya Surabaya praktis bermain tanpa striker murni setelah Mihailo Perovic harus ditarik keluar.
Bernardo Tavares mengakui laga berjalan dalam atmosfer yang sangat menantang.
“Atmosfer pertandingan melawan Bali United sangat fantastis. Kami bermain dalam kondisi yang tidak mudah karena beberapa pemain harus keluar akibat cedera,” ujar pelatih asal Portugal tersebut.
Situasi itu memaksa Tavares melakukan penyesuaian strategi di tengah pertandingan. Persebaya Surabaya tetap berani bermain agresif meski harus mengandalkan pemain non-striker sebagai ujung tombak serangan.
Kondisi darurat tersebut justru memunculkan sisi lain kekuatan Persebaya Surabaya. Para pemain menunjukkan pemahaman taktik dan kerja sama yang solid untuk saling menutup kekurangan di lini depan.
Tanpa target man murni, Persebaya Surabaya lebih banyak memanfaatkan pergerakan tanpa bola dan serangan cepat dari lini kedua. Pola ini membuat pertahanan Bali United beberapa kali kehilangan fokus dan ruang.
Secara statistik, Bali United sebenarnya lebih dominan dalam penguasaan bola dengan angka 68 persen. Namun, dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan efektivitas serangan di depan gawang.
Persebaya hanya menguasai bola 32 persen, tetapi mampu mencatatkan expected goals sebesar 3.0. Angka ini lebih tinggi dibanding Bali United yang hanya mencatatkan xG 2.1.
Efektivitas menjadi pembeda utama dalam pertandingan ini. Dari 13 tembakan, enam di antaranya tepat sasaran dan berujung tiga gol bagi Persebaya Surabaya.
Akurasi tembakan Persebaya Surabaya mencapai 47 persen, jauh di atas Bali United yang hanya 22 persen. Data ini menegaskan bagaimana Green Force mampu memaksimalkan setiap peluang yang didapat.
Bernardo Tavares menilai karakter tim menjadi kunci utama kemenangan tersebut.
“Saya pikir rahasia kemenangan ini adalah bagaimana para pemain merespons momen-momen sulit. Kami mampu membuat perbedaan di waktu yang tepat,” katanya.

Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
Prediksi Skor PSMS Medan vs Port FC Piala Presiden 2026: Debut Bruno Moreira Usai Tinggalkan Persebaya Surabaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Prediksi Susunan Pemain PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Port Lions Masih Terlalu Digdaya!
Profil Fajar Listyantara, Legenda PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta yang Meninggal Dunia Akibat Gagal Ginjal
5 Bintang Sepak Bola yang Alami Kenaikan Nilai Pasar setelah Piala Dunia FIFA 2026
Prediksi PSMS Medan vs Port FC di Piala Presiden 2026: Ujian Berat Ayam Kinantan Hadapi Sang Juara Bertahan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Momentum Green Force Unjuk Gigi
