
Aksi Ze Valente (kanan) saat dikawal gelandang Persebaya Surabaya, Francisco Rivera. (Dok. PSIM Yogyakarta)
JawaPos.com – PSIM Yogyakarta akan menjamu Persis Solo pada pekan ke-20 Super League 2025/2026. Laga bertajuk Derbi Mataram ini tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (6/2) kick-off pukul 15.30 sore.
Banyaknya perubahan pada komposisi pemain di tim Persis membuat pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, mewaspadai benar kebangkitan lawan.
Disaat yang sama, PSIM juga bertekad segera bangkit dari dua kekalahan beruntun yang didapat pada dua laga terakhirnya. Kalah 0-3 dari Persebaya di Surabaya dan takluk 1-2 dari Borneo FC di Samarinda membuat perolehan poin PSIM masih tak beranjak dari 30 poin saat ini.
Menghadapi Laskar Sambernyawa yang baru saja merombak skuad paruh musim, juru taktik asal Belanda tersebut mengakui kesulitan memprediksi kekuatan lawan. Menurutnya, banyaknya wajah baru di kubu tamu membuat skema permainan Persis berbeda di tiga laga terakhir.
“Persis Solo sulit diprediksi karena mereka mendatangkan 11 pemain baru. Saya sudah melihat tiga pertandingan mereka dan setiap laga pemainnya berbeda-beda. Jadi pada dasarnya, sedang terjadi perubahan di tim mereka,” kata pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel.
Namun demikian, dia mengaku tak mau terlalu dipusingkan dengan perubahan kekuatan Persis. Jean Paul Van Gastel lebih memilih untuk memprioritaskan perbaikan internal PSIM untuk bangkit dari dua hasil minor sebelumnya.
“Bagi kami, kami mencoba memainkan permainan kami sendiri, yang mana itu lebih penting. Jelas kami mencoba untuk menang seperti yang kami lakukan tiap minggu, terutama setelah dua kekalahan, kami mencari kemenangan lagi,” dia menegaskan.
Terkait komposisi skuad, Van Gastel memastikan rekrutan anyar, Jop Van der Avert, belum bisa diturunkan dalam laga krusial ini. Eks pemain Liga Korea tersebut dinilai masih membutuhkan waktu adaptasi fisik usai libur kompetisi K-League 2 sejak November tahun lalu.
“Jop belum tersedia untuk laga lawan Persis karena menurut saya dia butuh latihan lebih banyak. Karena dia mengakhiri musim di Korea pada November 2025, jadi dia butuh waktu latihan lagi,” jelas Van Gastel.
Meski demikian, Van Gastel tetap mengapresiasi langkah cepat manajemen. “Saya sangat berterima kasih kepada manajemen yang mendatangkan Jop untuk menutupi kekurangan skuad kami di lini pertahanan,” tambahnya.
Selain itu, beberapa pilar PSIM juga masih dalam balutan cedera jelang laga lawan Persis nanti. Dery Corfe dipastikan absen, sementara Rahmatsho Rahmatzoda, yang sempat menepi saat melawan Borneo FC, kondisinya perlahan membaik meski belum dipastikan menjadi starter.
Sementara Persis sangat membutuhkan poin untuk memperbaiki peringkatnya. Dari 19 laga yang sudah dijalani, Persis baru mampu mengoleksi 10 poin hasil dari dua kali menang, empat kali imbang dan 14 kali kalah.
Sedangkan PSIM yang notabene adalah tim promosi musim ini justru berada di peringkat ketujuh dengan 30 poin hasil dari delapan kali menang, enam kali imbang dan lima kali kalah.
Secara peringkat, Persis terpaut jauh dari PSIM. Namun, laga nanti adalah duel dengan tajuk Derbi Mataram yang syarat dengan gengsi tinggi kedua tim. Artinya, motivasi dan semangat lebih akan tersaji di pertandingan nanti.
Pelatih Persis, Milomir Seslija, memastikan pemainnya dalam kondisi siap bertanding lawan PSIM. Dia juga mengaku jika anak asuhnya memiliki kepercayaan diri yang baik melawan tuan rumah nanti.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
