
Ketua Panser Biru Wareng desak manajemen PSIS Semarang untuk menambah pemain, khususnya pemain bertahan. (Dok. Kepareng)
JawaPos.com - Kekalahan telak 0-3 PSIS Semarang dari Kendal Tornado FC pada Derbi Plat H pekan ke-18 Championship kembali membuka masalah klasik Mahesa Jenar di lini belakang yang rapuh dan mudah ditembus.
Bermain di kandang sendiri, PSIS tak hanya kalah skor, tetapi juga kalah dalam duel kecepatan, antisipasi, dan organisasi bertahan.
Sejak menit awal, pertahanan PSIS terlihat goyah menghadapi permainan langsung Kendal Tornado.
Jarak antar lini terlalu renggang, transisi bertahan lambat, dan koordinasi antarpemain belakang kerap terlambat.
Kondisi itu membuat tim Kendal Tornado FC leluasa menekan dan menciptakan peluang berbahaya.
Sorotan utama tertuju pada duet bek tengah Aldair Simanca dan Otavio Dutra. Simanca, yang dipinjam dari Borneo FC, kembali menunjukkan performa inkonsisten seperti pada laga-laga sebelumnya, termasuk saat menghadapi Deltras.
Bek asal Kolombia itu beberapa kali kalah posisi dan terlambat membaca pergerakan lawan, terutama saat menghadapi penyerang dengan kecepatan tinggi.
Sementara Otavio Dutra, meski sarat pengalaman, tak bisa menutupi faktor usia. Di atas 40 tahun, Dutra terlihat kesulitan menjaga tempo permainan cepat. Duet bek tengah PSIS menjadi mudah dieksploitasi melalui bola-bola terobosan dan serangan balik cepat, skema yang berulang kali mematikan pertahanan Mahesa Jenar musim ini.
Masalah PSIS juga merambat ke sisi sayap. Bek kanan maupun kiri kerap menjadi titik serangan lawan. Gustur Cahyo, misalnya, beberapa kali kalah duel satu lawan satu dan terlambat turun membantu pertahanan.
Situasi ini memaksa bek tengah keluar dari posisinya, yang justru membuka ruang lebih besar di area berbahaya.
Tak heran jika Ketua Umum Panser Biru, Kepareng alias Wareng, meluapkan kekecewaannya.
Melalui akun Instagram @kepareng_wareng, ia secara tegas mendesak manajemen untuk menambah bek baru, khususnya pemain belakang lokal berpengalaman dari Liga 1.
"Tambah pemain belakang lokal dari Liga 1 mas Fariz Julinar, Mbak Datu Nova dan Mas Amri mumpung masih ada jeda 2 minggu sama bursa transfer masih dibuka," tulis Kepareng.
Desakan itu mencerminkan keresahan suporter yang menilai PSIS terlalu kompromi terhadap masalah pertahanan.
Padahal, PSIS sudah mendatangkan sejumlah pemain belakang pada putaran kedua. Namun, rekrutan tersebut belum memberi dampak signifikan. Ini menimbulkan pertanyaan besar soal kualitas scouting dan kecocokan pemain dengan kebutuhan tim.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Prediksi Skor Villarreal vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Amankan 3 Poin!
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
