Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Januari 2026 | 22.17 WIB

Kisah Kota Kelahiran Aristoteles Portugal! Menengok Kampung Halaman Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares

Bernardo Tavares masih cara pemain lokal untuk lini depan Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya) - Image

Bernardo Tavares masih cara pemain lokal untuk lini depan Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)

JawaPos.com — Kisah Kota Kelahiran Aristoteles Portugal menjadi sisi menarik dari sosok Bernardo Tavares, pelatih anyar Persebaya Surabaya yang kini menyita perhatian publik sepak bola nasional. Dari kota kecil sarat sejarah di Portugal, Bernardo Tavares membawa latar budaya dan intelektual yang kuat ke ruang ganti Green Force.

Bernardo Tavares lahir di Proença-a-Nova pada 2 Mei 1980, sebuah vila bersejarah yang dikenal sebagai tanah kelahiran Pedro da Fonseca, filsuf besar berjuluk Aristoteles Portugal.

Kota ini bukan sekadar titik geografis, melainkan pusat warisan intelektual, religius, dan budaya yang telah hidup berabad-abad.

Legenda lokal Proença-a-Nova bermula dari kisah masyarakat yang ingin meraih bulan dengan menumpuk cortiços hingga membentuk menara.

Saat satu cortiço dipindahkan dari bawah ke atas, menara runtuh dan lahirlah sebutan “Cortiçada” yang melekat pada wilayah tersebut.

Proença-a-Nova dahulu dikenal sebagai Cortiçada dan Vila Melhorada sebelum nama sekarang digunakan sejak abad ke-16. Wilayah ini termasuk dalam dua belas vila Grão-Priorado do Crato dan terletak di antara ribeira Alvito dan Isna.

Foral pertama Proença-a-Nova diberikan pada 1244 oleh Prior Ordem do Hospital Frei Rodrigo Egídio. Reformasi besar dilakukan pada 1512 oleh D. Manuel I melalui Foral Novo yang memperkuat struktur administratif wilayah ini.

Nama Cortiçada lahir dari melimpahnya produksi gabus dan banyaknya colmeias atau sarang lebah yang disebut cortiços. Aktivitas ini dulu menjadi tulang punggung ekonomi dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

Salah satu tokoh paling berpengaruh dari Proença-a-Nova adalah Pedro da Fonseca yang dikenal sebagai Aristoteles Portugal.

Keahliannya dalam filsafat dan komentar atas karya Aristoteles membuatnya mendapat gelar bergengsi tersebut.

Pada 1570, Pedro da Fonseca meraih gelar doktor di Évora dengan kehadiran Raja D. Sebastião. Ia kemudian menjadi penasihat Paus Gregório XIII di Roma sebelum kembali ke Portugal membawa relik Santo Lenho.

Relik tersebut disumbangkan ke Santa Casa da Misericórdia pada 1588 bersama tanah untuk pembangunan kapela. Hingga kini, kapela kecil itu menjadi simbol iman dan pusat ziarah warga Proença-a-Nova.

Dalam bidang sosial, Proença-a-Nova baru memiliki layanan kesehatan formal pada awal abad ke-17. Dua barbeiro dikontrak pada 1623, lalu dokter pertama Gregório Barbosa hadir setahun kemudian.

Wilayah ini sempat terisolasi hingga 1879 sebelum jalan utama menghubungkannya dengan daerah lain. Perkembangan komunikasi berlanjut dengan hadirnya layanan pos dan jaringan telegraf di akhir abad ke-19.

Devesa menjadi kawasan paling dinamis di vila ini dengan pasar, pusat kesehatan, hingga fasilitas budaya. Sementara Outeiro dikenal sebagai kawasan sederhana dengan warga berpenghasilan rendah namun kaya cerita sosial.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore