
Total 6 kartu merah sudah dikoleksi Persebaya Surabaya di putaran pertama Super League 20252026. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Koleksi kartu merah Persebaya Surabaya jadi yang terbanyak nomor dua di Super League. Enam kartu merah sudah dikoleksi Green Force pada putaran pertama Super League 2025/2026.
Hal ini jelas menjadi alarm bahaya bagi sang pelatih, Bernardo Tavares. Catatan disiplin itu kontras dengan performa kompetitif Green Force yang masih mampu bersaing di papan atas klasemen sementara.
Persebaya Surabaya menutup 17 laga putaran pertama dengan total enam kartu merah atau rata-rata 0,35 kartu merah per laga.
Angka tersebut hanya kalah dari Persijap Jepara yang memimpin daftar tim paling sering kehilangan pemain akibat kartu merah.
Situasi ini menempatkan Persebaya Surabaya sejajar dengan Arema FC, Persija Jakarta, dan Madura United FC dalam daftar lima besar tim dengan kartu merah terbanyak.
Namun posisi Persebaya Surabaya sebagai kandidat kuat penantang gelar membuat catatan ini terasa lebih mengkhawatirkan.
Kondisi ini juga tak bisa dilepaskan dari kontribusi pemain kunci di lini tengah, Francisco Rivera. Playmaker asal Meksiko itu tampil gemilang sepanjang putaran pertama dengan torehan empat gol dan lima assist dari 13 laga.
Produktivitas Rivera memberi warna pada permainan Persebaya Surabaya yang lebih dinamis dan kreatif. Ia menjadi poros serangan sekaligus penghubung antarlini yang sulit tergantikan di skema permainan tim.
Di balik kontribusi besar tersebut, Rivera menyisakan catatan disiplin yang mengundang perhatian. Ia mengoleksi dua kartu merah dan masuk lima besar pemain dengan kartu merah terbanyak di putaran pertama Super League.
Rivera sejajar dengan Julian Guevara dari Arema FC, Sho Yamamoto dari Persis Solo, dan Luciano Guaycochea dari Persib Bandung yang sama-sama mencatat dua kartu merah.
Sementara Yann Motta dari Arema FC mengoleksi satu kartu merah dari lima laga.
Dua kartu merah Rivera terasa signifikan mengingat perannya sebagai pengatur tempo permainan.
Setiap kali ia absen, keseimbangan lini tengah Persebaya Surabaya cenderung terganggu dan memaksa pelatih mengubah pendekatan taktik.
Secara tim, Persebaya Surabaya sudah mengoleksi 30 kartu kuning dan enam kartu merah sepanjang putaran pertama. Jumlah itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi Bernardo Tavares yang baru mulai menyelami karakter skuadnya.
Daftar pemain Persebaya Surabaya dengan koleksi kartu merah:

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
