Bernardo Tavares siap membawa Persebaya Surabaya bangkit kembali. (Istimewa)
JawaPos.com — Terakhir juara 22 tahun lalu, Persebaya Surabaya kembali menyalakan harapan besar dengan kedatangan Bernardo Tavares sebagai pelatih kepala. Musim Super League 2025/2026 yang sudah berjalan hingga pekan ke-16 menjadi panggung awal upaya membangunkan raksasa tertidur bernama Persebaya Surabaya.
Bernardo Tavares menyambut tahun baru 2026 dengan beban sejarah dan ekspektasi tinggi dari Bonek yang melekat kuat.
Ia memahami Persebaya bukan sekadar klub, melainkan simbol kebanggaan Surabaya dengan tradisi panjang dan basis suporter fanatik.
Debut Bernardo Tavares bersama Green Force akan langsung diuji saat Persebaya Surabaya menghadapi Malut United pada pekan ke-17.
Laga ini menjadi langkah awal pelatih asal Portugal itu menanamkan filosofi dan arah baru bagi tim kebanggaan Kota Pahlawan.
Dalam pesan pertamanya, Bernardo menegaskan arti penting kehadiran suporter di stadion.
“Suporter bisa berada di sana (stadion dan mendukung kami), karena itu sangat penting. Mari kita pergi bersama-sama untuk membangun sesuatu yang istimewa.”
Ia juga menempatkan Persebaya Surabaya sebagai klub besar yang sempat kehilangan momentumnya.
“Kita tahu bahwa ada banyak tim dengan pemain yang bagus, dengan suporter yang bagus juga. Tapi Persebaya akan mencapai 100 tahun, tahun depan, jadi kita harus bekerja keras.”
“Dan suporter adalah bagian penting untuk membantu gigantis (tim raksasa) ini. Bagi saya, Persebaya adalah gigantis, karena kali terakhir mereka menang adalah tahun 2004.”
Fakta terakhir juara pada 2004 menjadi penanda panjangnya penantian prestasi Persebaya Surabaya. Selama 22 tahun, klub ini terus hidup dalam harapan, dukungan fanatik, dan mimpi yang belum sepenuhnya terwujud.
Bernardo Tavares melihat potensi besar yang sudah dimiliki Persebaya dari sisi infrastruktur.
“Apa yang saya lihat adalah Persebaya memiliki fasilitas yang baik, dengan lingkungan yang baik, memiliki stadion, dan apa yang saya rasa kita butuhkan? Stabilitas.”
Stabilitas menjadi kata kunci yang berulang kali ia tekankan dalam membangun tim.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
