
Bruno Moreira (kanan) saat mendapat pengawalan ketat Koko Ari (kiri) saat laga Madura United vs Persebaya pada Minggu, 17 September 2023 (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Ngerinya rekor Derbi Suramadu kembali menjadi sorotan jelang pertemuan Madura United kontra Persebaya Surabaya di pekan ke-16 Super League 2025/2026. Dari 12 pertemuan sejak 2018, Persebaya Surabaya mendominasi dengan tujuh kemenangan, sementara Madura United hanya sekali meraih hasil maksimal.
Derbi Suramadu akan digelar Sabtu, 3 Januari 2026, di markas Madura United dengan kick-off pukul 19.00 WIB.
Laga ini dipastikan menyedot perhatian karena sarat gengsi sekaligus menyimpan tekanan psikologis besar bagi tuan rumah.
Catatan pertemuan kedua tim menunjukkan betapa Persebaya Surabaya begitu nyaman saat berhadapan dengan rival satu pulau tersebut.
Selain tujuh kemenangan, empat laga lainnya berakhir imbang dan hanya satu kali Madura United mampu menang.
Dominasi itu juga tercermin dari produktivitas gol yang cukup mencolok sepanjang sejarah Derbi Suramadu di Super League. Persebaya Surabaya mencetak total 21 gol, sementara Madura United hanya mengoleksi 13 gol.
Rekor tersebut semakin menegaskan label ngeri bagi Madura United setiap kali bersua Persebaya Surabaya. Bahkan saat bermain di kandang sendiri, Madura United kerap kesulitan meredam agresivitas tim berjuluk Green Force.
Pada pertemuan terakhir musim 2025, Persebaya Surabaya sukses menang tipis 1-0 atas Madura United.
Kemenangan itu melengkapi hasil positif Persebaya Surabaya yang juga menang 2-1 di pertemuan sebelumnya pada Desember 2024.
Dalam rentang musim 2024 hingga 2025, Persebaya Surabaya menunjukkan konsistensi luar biasa di Derbi Suramadu. Hanya satu laga yang berakhir tanpa gol, sementara Madura United gagal memaksimalkan keunggulan kandang.
Satu-satunya kemenangan Madura United terjadi pada musim 2024 saat menang telak 3-0 di kandang sendiri. Namun hasil tersebut tak cukup mengubah peta dominasi Persebaya Surabaya secara keseluruhan.
Derbi Suramadu selalu menyajikan tensi tinggi, baik di dalam maupun luar lapangan. Namun statistik berbicara, Persebaya Surabaya lebih sering tampil efektif dan tenang dalam situasi krusial.
Caretaker Persebaya Surabaya, Uston Nawawi, mengapresiasi penuh performa anak asuhnya yang tampil disiplin dan lapar kemenangan. Ia menilai mental bertanding pemain menjadi faktor kunci di laga-laga penting.
“Sudah tidak ada kata-kata lagi. Intinya kami semua memang berjuang untuk meraih hasil ini,” ujar Coach Uston dalam konferensi pers usai pertandingan.
