Wahyudi Hamisi ketika melakukan tendangan ke kepala Bruno Moreira yang terkapar kesakitan di lapangan. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com — Tendangan horor Wahyudi Hamisi ke Bruno Moreira kembali menjadi sorotan jelang laga tunda pekan ke-8 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya vs Persijap Jepara. Duel ini bukan sekadar perebutan poin, tetapi juga mempertemukan dua nama yang terikat memori kelam di Stadion Gelora Bung Tomo pada Maret 2024 lalu.
Insiden itu masih segar di ingatan publik sepak bola nasional, terutama Bonek yang menyaksikan langsung kekerasan di lapangan.
Wahyudi Hamisi kala itu menendang kepala Bruno Moreira saat laga Persebaya Surabaya vs PSS Sleman berlangsung panas.
Pertandingan Super League 2023/2024 pada Minggu (3/3/2024) tersebut sempat berjalan normal sebelum momen kontroversial terjadi di menit ke-16.
Bruno Moreira terjatuh saat berebut bola, lalu Wahyudi Hamisi justru mengayunkan kaki ke arah belakang kepala pemain Persebaya Surabaya itu.
Wasit dalam laga tersebut hanya memberikan kartu kuning kepada Wahyudi Hamisi, keputusan yang memicu kemarahan publik Surabaya.
Persebaya Surabaya langsung melayangkan surat protes resmi kepada PSSI karena menilai pelanggaran itu sangat berbahaya.
Komite Disiplin PSSI akhirnya turun tangan dan menggelar sidang atas insiden tersebut. Wahyudi Hamisi pun dijatuhi hukuman larangan bermain selama tiga pertandingan dan denda Rp 25 juta.
“Kami sudah menjalani sidang kemarin bersama Komdis PSSI, perangkat pertandingan, saksi, serta Wahyudi Hamisi itu sendiri,” kata Presiden Direktur PT Putra Sleman Sembada, Gusti Randa.
Ia menegaskan PSS telah menyampaikan kronologi versi klub dalam persidangan tersebut.
“Hari ini kami sudah mendapatkan keputusannya dan Hamisi diberikan larangan bertanding sebanyak tiga pertandingan,” ujarnya menambahkan. Sanksi itu merujuk pada Pasal 78 Huruf (b) jo Pasal 49 Ayat 1 Huruf (b) jo Pasal 59 Ayat 1 jo Pasal 141 Kode Disiplin PSSI Tahun 2023.
“Tentu kehilangan Hamisi sangat merugikan tim karena kami hanya punya dia sebagai gelandang bertahan,” ucap Gusti Randa.
Ia menyebut keputusan tersebut diterima sehari sebelum pertandingan sehingga memaksa pelatih mengubah taktik.
Gusti Randa juga berharap Komdis PSSI ke depan bersikap lebih imparsial dalam mengambil keputusan. “Karena kita tahu dari sisi pemberitaan bisa menggiring ke satu pihak dan belum tentu kebenarannya,” tuturnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Unjuk Gigi!
Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Profil Malik Bawazier, Suami Cut Keke yang Dilaporkan Kasus Perzinaan dan Kohabitasi
Prediksi Skor Persib Bandung vs Persija Jakarta di Piala Presiden 2026: Misi Berat Macan Kemayoran!
3 Fakta Respons Kedubes Iran usai Pidato Prabowo soal Nuklir, Tegaskan Programnya Hanya untuk Tujuan
