Sumaripan, ayah dari pemain Persebaya Surabaya U-11 Aldo Putra Firdaus. (Moch. Rizky Pratama/JawaPos.com)
JawaPos.com — Suka duka perjuangan Sumaripan menjadi cerita di balik keberhasilan Persebaya Surabaya U-11 menjuarai Turnamen Tanjak Riau Internasional 2025. Dukungan penuh sebagai orang tua mengantarkan sang anak, Aldo Putra Firdaus, mencicipi podium juara di Riau pada 20–21 Desember 2025.
Prestasi ini menambah deretan pencapaian Persebaya Surabaya U-11 sepanjang tahun ini. Sebelumnya, tim muda Green Force juga sukses membawa pulang gelar juara dari turnamen internasional di Thailand.
Sebagai wali murid, Sumaripan mengaku bangga atas capaian luar biasa yang diraih tim dan anaknya.
“Ya, kami sebagai wali murid itu sangat bangga. Di samping anak kita masuk ke sebuah tim Persebaya U11. Untuk tahun ini, tim ini bisa menyabet dua gelar event di Thailand dan yang terakhir ini di Riau,” ujarnya kepada JawaPos.com, Senin (22/12/2025).
Perasaan haru bercampur bangga tak bisa ia sembunyikan setelah perjuangan panjang yang dilalui.
“Haru, campur bangga, campur aduk semuanya. Karena persiapan untuk yang di Riau ini mepet juga, kita bolak-balik antara anak. Tapi hasilnya enggak jelek, kita dapat champion di sana.”
Keterbatasan waktu persiapan membuat perjuangan menuju Riau terasa lebih berat. Namun kerja keras anak-anak dan tim pelatih mampu menjawab tantangan dengan hasil terbaik.
Di balik prestasi Aldo, Sumaripan menerapkan disiplin ketat dalam keseharian anaknya. Ia percaya pola hidup teratur menjadi fondasi penting bagi atlet usia dini.
“Untuk anak-anak sih, kayak saya sendiri, yang saya tekankan itu disiplin waktu. Makan, istirahat itu, kayak tidur, maksimal jam 8 harus sudah tidur. Terus HP, kayak HP-an itu saya jatah satu hari cuma 2 jam.”
Aturan tersebut diterapkan demi menjaga kondisi fisik dan mental Aldo. “Jadi untuk tidur siang wajib, terus makanan bergizi, konsisten, latihan rutin,” lanjutnya.
Di balik lelah dan cedera ringan, Aldo menyimpan cita-cita besar. Ia ingin mengabdi pada negara melalui dua jalur sekaligus.
“Kebetulan anak saya itu cita-citanya, dia pengen jadi TNI tapi tetap bisa main bola,” ungkap Sumaripan. Ia melihat sepak bola sebagai jalan mulia untuk membela negara.
Menurutnya, peluang tersebut terbuka jika anaknya mampu menembus level tertinggi. “Sedangkan kayak di Indonesia, kalau anak kita bisa mencapai di timnas, anak kita kan bisa masuk ke TNI tapi bisa tetap bela negaranya.”

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
