Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Desember 2025 | 16.34 WIB

Beda Nasib Persib Bandung dan Persija Jakarta! Persebaya Surabaya Diterjang Badai Krisis di Tengah Kompetisi

Persebaya Surabaya jalani musim yang berat di Super League 2025/2026. (Persebaya Surabaya)

 

JawaPos.com — Beda nasib klub-klub besar di pentas Super League 2025/2026 semakin terasa ketika Persib Bandung dan Persija Jakarta melaju stabil dengan struktur organisasi lengkap, sementara Persebaya Surabaya justru terombang-ambing. Kompetisi masih berjalan, tetapi Green Force harus berjibaku menghadapi krisis internal yang makin menekan performa tim di lapangan.

Persebaya Surabaya menghadapi situasi pelik menjelang laga pekan ke-15 saat menjamu pemuncak klasemen sementara, Borneo FC, di Stadion Gelora Bung Tomo pada Sabtu (20/12/2025).

Dua pemain penting, Francisco Rivera dan Bruno Moreira, tidak bisa tampil sehingga kekuatan tim pincang di momen krusial.

Rivera harus menepi setelah menerima kartu merah saat melawan Persik Kediri pada pekan ke-13 di Gresik dan kini menjalani hukuman larangan bermain dua pertandingan.

Kondisi ini membuat lini tengah Persebaya Surabaya kehilangan kreator serangan yang selama ini jadi motor permainan.

Moreira juga absen setelah mengumpulkan empat kartu kuning dan terkena sanksi akumulasi. Ketajaman lini depan pun terancam karena sosok yang biasa jadi tumpuan penyelesaian akhir harus beristirahat di laga besar.

Caretaker pelatih Uston Nawawi dipaksa merombak strategi hanya tiga hari sebelum pertandingan penting berlangsung.

Minimnya opsi pemain inti membuat improvisasi yang ia siapkan tidak bisa optimal seperti ketika tim lengkap.

Di tengah tekanan teknis ini, krisis struktural semakin mencuat dan memantik kegelisahan suporter. Bonek menyoroti Persebaya Surabaya yang hingga Jumat (12/12/2025) masih belum memiliki pelatih kepala dan manajer tim resmi.

Kondisi ini dianggap tidak wajar untuk klub profesional sekelas Persebaya Surabaya, apalagi kompetisi sudah masuk setengah musim.

Bonek menilai absennya figur-figur penting membuat arah klub tidak jelas dan keputusan teknis sering berubah-ubah.

“Begitu mengkhawatirkannya kondisi Persebaya Surabaya saat ini karena tidak memiliki sosok pada jabatan penting dalam sebuah klub profesional,” tulis @onlinepersebaya.

Uston Nawawi yang sebelumnya diumumkan sebagai Direktur Teknik kini memegang peran ganda sebagai asisten pelatih sekaligus caretaker.

Situasi ini menimbulkan kebingungan karena struktur yang mestinya rapi justru tumpang tindih di lapangan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore