
Markifer FC menjadi tim fun football pertama dari Indonesia yang bermain di Vietnam (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)
JawaPos.com – Markifer FC kembali menorehkan jejak bersejarah dalam perjalanan fun football mereka. Setelah Malaysia dan Thailand, komunitas sepak bola asal Yogyakarta itu kini resmi menjadi tim fun football Indonesia pertama yang tampil di Stadion Viet Tri, Vietnam.
Bermain di stadion yang pernah menggelar final Piala AFF dan menjadi salah satu venue penting bagi Timnas Indonesia, pencapaian ini terasa sangat istimewa.
Keberangkatan Markifer FC ke Vietnam bukan terjadi dalam sekejap. Menurut Sianto Al Husaini, sosok yang menjembatani komunikasi Markifer dengan pengelola stadion, proses yang mereka lalui memakan waktu cukup panjang.
“Prosesnya cukup lama, sekitar empat bulan. Diawali dari saya menghubungi pihak stadion yang kebetulan adalah rekan bisnis saya. Kami memang sering melakukan transaksi perdagangan, dan dari situlah muncul wacana dari kawan-kawan Markifer untuk main di Viet Tri. Alhamdulillah rekan saya itu ternyata salah satu pengelola stadion, jadi jalannya benar-benar dimudahkan,” jelasnya.
Sebelumnya, Markifer FC berencana bermain di My Dinh Stadium. Namun stadion utama tersebut sedang dipakai untuk konser. Situasi itu membuat mereka mencari opsi lain hingga akhirnya pilihan mengerucut ke Stadion Viet Tri—stadion nasional kedua Vietnam yang punya kedekatan emosional bagi publik Indonesia.
“Viet Tri ini pernah dipakai Timnas Indonesia, walau waktu itu kita kalah 0-1. Tapi kami ingin menghapus kisah buruk itu dengan kisah yang lebih baik,” ujar salah satu anggota Markifer FC, Dhanil Hadi Wijaya.
CEO Markifer FC, Nanang Akhmad, menambahkan bahwa koneksi dari Sianto menjadi kunci utama terwujudnya rencana tersebut. “Ada kenalan dari Pak Haji Sianto yang berhubungan langsung dengan pengelola stadion. Dari situ kami akhirnya diberi kesempatan untuk main di Viet Tri,” ujarnya.
Meski demikian, persiapan menuju Vietnam tidak berjalan sepenuhnya mulus. Sejumlah anggota mendadak outlist alias mengurungkan diri menjelang keberangkatan. Bahkan ada yang sudah membayar namun batal ikut karena alasan ekonomi. Meski begitu, rombongan yang berangkat tetap menutup kekurangan itu dengan semangat penuh.
Setiba di Vietnam, tantangan berikutnya justru datang dari cuaca. Suhu yang hanya sedikit di atas 10°C membuat para pemain harus memakai sarung tangan agar tetap bisa bermain dengan nyaman. “Meski dingin, cuaca tetap bersahabat. Yang penting bisa main dengan aman,” kata Nanang.
Namun momen paling berkesan justru hadir sebelum pertandingan dimulai. Pihak stadion memutar lagu “Indonesia Raya” saat para pemain memasuki lapangan. Mengenakan jersey timnas, seluruh pemain Markifer berdiri tegap menyanyikannya bersama-sama.
“Rasanya seperti benar-benar jadi pemain timnas. Itu momen yang tidak akan kami lupakan,” ucap Nanang.
Baginya, tampil di Vietnam bukan sekadar perjalanan fun football. Ini adalah penambahan “titik sujud baru” bagi Markifer, sekaligus pengalaman penuh warna mengingat minimnya masjid serta makanan halal di daerah yang mereka kunjungi. “Tapi justru di situ letak pengalaman berharganya,” imbuhnya.
Markifer FC juga menjadikan sepak bola Vietnam—yang tengah berkembang pesat—sebagai inspirasi tersendiri. Bermain di negara yang pembinaannya terus bertumbuh membuat perjalanan kali ini terasa makin bermakna.
Setelah Vietnam, Markifer FC telah menyiapkan daftar tujuan berikutnya. Mereka ingin menuntaskan rangkaian tur ASEAN dengan bermain di Brunei atau Singapura. Beberapa tawaran dari luar kawasan juga mulai berdatangan.
“Insya Allah step by step dulu. Kita selesaikan ASEAN, baru nanti ada tawaran ke Turki atau Jepang. Jangan langsung jauh-jauh biar teman-teman tidak kaget,” tutur Nanang.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
