
Permainan Keras Persibas vs Persik Kendal dalam laga uji coba. (www.instagram.com)
JawaPos.com Laga uji coba antara Persik Kendal dan Persibas Banyumas di Stadion Satria, Purwokerto, Minggu (30/11), mendadak ramai dibicarakan. Insiden kartu merah mewarnai pertandingan itu.
Kapten Persik Kendal Fajar Wawan atau yang akrab disapa Pale, diusir wasit usai melakukan tekel keras kepada salah satu pemain Persibas. Momen itu langsung memanaskan situasi, terutama ketika beberapa staf dan pemain dari bench Persibas maju memprotes keras di depan area tim tamu.
Namun, suasana semakin berubah setelah beredar sebuah video yang diunggah akun Instagram @jatengfootball_info. Dalam video tersebut, terlihat bahwa sebelum insiden kartu merah, beberapa pemain Persibas terlebih dahulu bermain cukup keras.
Bahkan ada beberapa momen tekel kasar yang dilayangkan kepada pemain Persik Kendal, yang diduga menjadi pemicu emosi sang kapten. Tak berhenti di situ, foto-foto yang tersebar juga menunjukkan dua pemain Persibas melakukan tindakan yang jauh dari sportivitas.
Dalam potongan gambar, tampak ada pemain yang menyikut kepala pemain Persik Kendal, serta momen lain yang memperlihatkan tendangan ke area sensitif lawan. Ironisnya kejadian itu dilakukan saat bola tidak berada di dekat mereka.
Aksi tersebut memicu sorotan karena merupakan laga uji coba antar tim Liga 4 Jawa Tengah, yang seharusnya menjadi ajang pemanasan dan evaluasi, bukan ajang bermain kasar.
Dari kubu Persik Kendal, sejumlah suporter dan pemerhati sepak bola lokal menilai bahwa reaksi Pale memang berlebihan, namun dipicu oleh rangkaian pelanggaran sebelumnya.
Sementara itu, warganet di kolom komentar video viral tersebut terbelah. Mengecam dan mempertanyakan kerasnya permainan Persibas Banyumas.
Meski hanya laga uji coba, insiden ini menjadi pengingat penting bagi kedua tim soal pentingnya menjaga sportivitas.
Di level liga yang tengah berkembang, justru etika bermain yang harus dikedepankan agar pembinaan sepak bola daerah tidak tercoreng tindakan yang tidak perlu.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari kedua klub terkait insiden tersebut.
Publik pun menunggu klarifikasi lebih lanjut, khususnya mengenai dugaan pelanggaran tanpa bola yang ikut menyulut panasnya pertandingan. Yang jelas, laga persahabatan ini justru meninggalkan catatan yang kurang bersahabat.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
