
Pelatih PSBS Biak Divaldo Alves. (Istimewa)
JawaPos.com - Persoalan gaji kembali terjadi dan menyeruak di Super League 2025/2026. Setelah PSM Makassar pada awal musim, kali ini giliran PSBS Biak yang bermasalah terkait upah anggota timnya sendiri.
Kasus penunggakan gaji PSBS Biak terkuak setelah Divaldo Alves, pelatih Badai Pasifik, buka-bukaan bahwa dirinya belum menerima gaji selama lebih dari dua bulan. Hal itu diungkapkan olehnya usai laga melawan Persijap Jeoara pada Kamis (27/11) lalu.
"Saya sendiri hampir 2,5 bulan belum gajian, pemain juga beberapa baru dapat 30 persen gaji. Tapi saya yakin manajemen akan menyelesaikan masalah tersebut," ujar Divaldo Alves.
Diakui Divaldo, persoalan itu cukup memengaruhi kondisi tim keseluruhan. Terutama terkait mentalitas yang terganggu, sehingga permainan dan performa tim jadi kurang.
"Kita mau hari ini menang 3 poin, tapi pasti kita akan evaluasi banyak dan mungkin kita punya beberapa situasi mental yang perlu diperbaiki. Kalau kita lihat di beberapa situasi, mental kita tidak stabil," ungkap Divaldo.
"Ada beberapa hal dan otomatis itu ganggu permainan dan mental pemain. Kita tahu tim kita perlu menyelesaikan situasi itu," imbuhnya.
Persoalan finansial PSBS Biak sebenarnya sudah terungkap beberapa waktu sebelumnya. Itu setelah klub berjuluk Napi Bongkar itu masuk dalam daftar tim yang terkena FIFA Registration Bans alias larangan mendaftarkan pemain.
PSBS Biak dilarang mendaftarkan pemain baru, yang berarti tak bisa melakukan aktivitas transfer pemain dalam tiga periode ke depan. Manajemen harus menyelesaikan itu bila ingin terbebas dari sanksi.
Nah, hukuman itu disebut Divaldo Alves berdampak cukup buruk bagi timnya. Sebab sebagai pelatih, dia tentu ingin membentuk tim sebaik mungkin ke depannya.
"Itu mimpi buruk dari semua pelatih, kalau itu nggak bisa, susah sekali. Karena semua pelatih ingin memperbaiki sedikit atau jual pemain. Itu mimpi buruk semua pelatih," jelas eks pelatih Persik ini.
"Dari manajemen, dapat info dari manajemen lama mungkin akan menyelesaikan. Untuk saya sebagai pelatih, itu sangat sulit, tapi saya percaya dengan pemain yang ada dan memang ada beberapa yang harus diperbaiki," pungkasnya.
Permasalahan gaji PSBS Biak ini sekaligus mempertegas bahwa ternyata finansial jadi momok untuk klub Super League 2025/2026. Sebelumnya, ada PSM Makassar yang juga bernasib serupa.
Bahkan pelatih Bernardo Tavares saat itu mengaku sudah lima bulan tak digaji. Juru taktik asal Portugal itu pun pada akhirnya mundur dari PSM Makassar pada awal Oktober 2025.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
