
Ronny Pasla semasa kariernya pernah juara Perserikatan 1975 bareng Persija Jakarta . (Dok: Persija)
JawaPos.com - Persija Jakarta menyampaikan turut berduka cita atas kepergian Ronny Pasla, legenda kiper Timnas Indonesia. Macan Kemayoran ikut kehilangan karena sang penjaga gawang pernah berperan besar dalam keberhasilan juara Perserikatan 1975.
Ronny Pasla menghembuskan napas terakhirnya pada Senin (24/11) dini hari. Tepatnya pada pukul 01.26 di Rumah Sakit Pertamina, Jakarta.
Pengumuman berpulangnya Ronny Pasla disampaikan oleh mantan striker Timnas Indonesia, Dede Sulaiman. Sang legenda meninggal dunia pada usia ke-79 tahun dengan meninggalkan istri dan 6 anaknya.
Mendiang Ronny Pasla disemayamkan di Gereja Evangelis Jakarta Pusat. Kiper legendaris skuad Garuda itu dimakamkan di Pemakaman Pondok Kelapa pada Selasa (25/11).
Kepergian Ronny Pasla meninggalkan duka mendalam untuk sepak bola nasional. Sebab dirinya dikenal sebagai salah satu kiper terbaik yang Indonesia punya sepanjang sejarah.
"Keluarga besar Persija menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Ronny Pasla, legenda sepak bola Persija dan Indonesia," demikian unggahan Persija di Instagramnya.
Kehilangan yang dirasakan Persija cukup beralasan. Sebab Ronny Pasla memang pernah memperkuat Macan Kemayoran selama lima tahun, tepatnya pada 1973 hingga 1978.
Bahkan, Ronny Pasla menjadi bagian utama Persija Jakarta saat meraih prestasi gemilang pada 1975. Dia kiper utama Macan Kemayoran saat juara Perserikatan pada tahun tersebut.
Kala itu Persija juara bersama dengan PSMS Medan karena pertandingan dihentikan pada menit ke-41. Laga tak bisa dilanjutkan karena terjadi kericuhan antar pemain dan pembangkangan terhadap wasit, sehingga PSSI menetapkan keduanya sebagai juara bersama.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," tulis Persija lagi.
Kebersamaan Persija dengan Ronny Pasla berakhir pada 1978. Sang penjaga gawang pindah ke Indonesia Muda Jakarta. Dia pun menghabiskan karier sepak bolanya di sana sampai memutuskan pensiun dari sepak bola pada 1985, ketika berusia 38 tahun.
Selain cemerlang bareng Persija, Ronny Pasla juga menorehkan prestasi luar biasa bareng PSMS Medan. Dia mengantar klub meraih gelar juara Perserikatan 1967 dan 1971, serta menjuarai Aga Khan Gold Cup 1967 di Bangladesh yang saat itu menjadi salah satu turnamen internasional bergengsi.
Kemudian di level tim nasional, Ronny Pasla jadi kiper utama Garuda selama lebih dari satu dekade. Sejumlah prestasi pun ditorehkan mulai dari Sukan Cup 1972, hingga tampil sebagai finalis King's Cup 1968.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Fenerbahce vs Roma di Liga Champions: Duel Seru Berpotensi Seri
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Shakhtar Donetsk di Liga Champions: Kans Boeren Amankan 3 Poin
Rombongan Badan Pangan Ditembaki di Papua Pegunungan, 3 Orang Tewas
Viral Pernyataan Pribadi Deputi Bakom soal Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung Api di Indonesia
Prediksi Skor Sporting Lisbon vs Galatasaray di Liga Champions: Leões Sikat Tim Tamu di Kandang
Prediksi Skor Slavia Prague vs Lens di Liga Champions: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Como vs RB Leipzig di Liga Champions: I Lariani Siap Libas Tim Tamu di Sinigaglia

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022