Arema FC jauh lebih produktif jelang hadapi Persebaya Surabaya. (Arema FC)
JawaPos.com — Berbicara soal agresivitas, Arema FC lebih berbahaya musim ini. Singo Edan sudah mengemas 17 gol, sedangkan Persebaya Surabaya baru mencatatkan 12 gol sejauh ini.
Catatan itu membuat derbi Jawa Timur Sabtu (22/11/2025) nanti terasa panas sejak sebelum kick-off. Persebaya Surabaya wajib siaga penuh menghadapi sorotan tajam lini serang Arema yang sedang on-fire.
Meski begitu, Arema datang dengan kondisi pincang karena kehilangan beberapa pemain penting. Arkhan Fikri berpotensi absen sebab masih mengikuti pemusatan latihan Timnas U-23.
Di lini tengah, Bayu Setiawan tidak bisa tampil akibat hukuman kartu merah yang membuatnya harus menjalani larangan bermain tiga pertandingan sejak pekan ke-11.
Kondisi itu makin berat setelah Julian Guevara juga diganjar kartu merah saat melawan Persija Jakarta.
Guevara akan absen dalam tiga pertandingan beruntun, termasuk derbi kontra Persebaya Surabaya. Hukuman tersebut diputus Komdis PSSI yang menilai sang gelandang melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persija.
General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi mengakui sanksi itu menjadi perhatian serius manajemen. “Apalagi ini kedua kalinya (Guevara) dapat kartu merah,” ujarnya.
Ia menegaskan tindakan tersebut langsung memengaruhi kekuatan tim di kompetisi. Menurutnya, kehilangan pemain dalam jumlah besar membuat pilihan di lini tengah dan belakang berkurang drastis.
Manajemen juga menilai catatan buruk itu tidak elok bagi pemain senior yang sudah tiga musim bersama Singo Edan. Guevara disebut semestinya bisa menjadi contoh bagi rekan setim yang lebih muda.
Apalagi, pengawasan pertandingan semakin ketat berkat hadirnya VAR yang membuat pelanggaran kasar tidak bisa lagi ditutupi. Yusrinal mengingatkan, “Boleh bermain keras (intensitas tinggi), namun tidak boleh kasar.”
Ia menambahkan, bermain dengan jumlah pemain tidak komplet jelas merugikan saat laga masih berlangsung. Tim harus mengubah rencana yang sudah disiapkan dan menjalani pertandingan dengan tekanan lebih besar.
Hingga pekan ke-12, Arema menjadi salah satu tim dengan kartu merah terbanyak di liga. Singo Edan mengoleksi lima kartu merah, sejajar dengan Persijap Jepara dan Persebaya Surabaya.
Meski demikian, pelatih Marcos Santos memastikan timnya tetap siap tempur. Ia menegaskan, “Kami mempunyai banyak pemain di tim ini. Mereka siap bermain di pertandingan selanjutnya.”
Santos memang harus memaksimalkan kedalaman skuad untuk mengisi posisi yang ditinggalkan para pemain yang terkena larangan tampil. Ia percaya setiap pemain mampu beradaptasi dengan kebutuhan taktik yang disiapkan.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
