Bintang Persija Jakarta Rizky Ridho masuk nominasi Puskas Award 2025. (Persija Jakarta)
JawaPos.com — Puskas Award kembali jadi perbincangan setelah gol spektakuler Rizky Ridho dalam laga Persija Jakarta vs Arema FC masuk nominasi edisi 2025. Momen ini memicu rasa penasaran publik mengenai apa sebenarnya penghargaan bergengsi yang diberikan FIFA untuk gol terindah setiap tahun.
Puskas Award dikenal sebagai apresiasi global untuk gol paling indah dan estetik yang tercipta dalam pertandingan sepak bola.
Penghargaan ini menggunakan kalender tahunan sehingga seluruh gol yang dicetak dalam satu tahun berjalan akan dipertimbangkan tanpa melihat kompetisi yang diikuti.
Penghargaan ini pertama kali dicetuskan pada 20 Oktober 2009 oleh Presiden FIFA saat itu, Joseph Sepp Blatter.
Tujuannya untuk menghormati Ferenc Puskas, legenda Real Madrid yang dikenal sebagai penyerang paling produktif pada era 1950–1960-an.
Puskas merupakan ikon sepak bola Hungaria yang mencatat 806 gol dalam 793 pertandingan serta 86 gol di level internasional. Mantan bomber fenomenal ini bahkan dinobatkan IFFHS pada 1997 sebagai pencetak gol terbaik abad ke-20.
Edisi perdana Puskas Award diumumkan pada seremoni FIFA World Player of The Year di Swiss pada 21 Desember 2009. Cristiano Ronaldo keluar sebagai pemenang pertama melalui gol jarak jauhnya bersama Manchester United.
Sejak saat itu, banyak bintang dunia menghiasi daftar finalis dan pemenangnya dari tahun ke tahun. Lionel Messi bahkan mencatat rekor sebagai pemain dengan nominasi terbanyak, yaitu tujuh kali masuk daftar kandidat Puskas Award.
Kriteria penilaian Puskas Award disusun agar setiap gol benar-benar dipilih berdasarkan keindahan murni dan bukan sekadar keberuntungan.
Keputusan dibuat melalui pemungutan suara publik dan penilaian panel ahli, menggabungkan sudut pandang estetika dan kualitas teknik.
FIFA menilai gol dari beragam aspek seperti tendangan jarak jauh, aksi individu, kombinasi tim, hingga teknik akrobatik seperti salto atau tendangan kalajengking.
Seluruh gol dinilai setara tanpa membedakan jenis kompetisi ataupun kewarganegaraan pemain.
Sebuah gol otomatis tereliminasi jika dinilai tercipta karena defleksi, kesalahan fatal lawan, atau situasi offside.
FIFA juga menegaskan semangat fair play sehingga pemain yang sedang terkena kasus perilaku buruk atau doping tidak dapat dinominasikan.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
