Salim Tuharea (kanan) jadi salah satu andalan Arema FC tundukkan Persebaya Surabaya di pekan ke-13 Super League 2025/2026. (Arema FC)
JawaPos.com — Perubahan strategi Marcos Santos mulai membuahkan hasil positif bagi Arema FC. Tiga pemain lokal yang sebelumnya jarang tampil kini menjelma jadi tumpuan baru Singo Edan jelang derbi panas kontra Persebaya Surabaya.
Nama-nama seperti Anwar Rifai, Rifad Marasabessy, dan Salim Tuharea kini kembali mencuri perhatian publik Malang.
Mereka bukan sekadar pelengkap latihan, tapi kini menjadi bagian penting dari rencana besar Marcos untuk membangkitkan Arema FC di Super League 2025/2026.
Perombakan susunan pemain dilakukan setelah kekalahan menyakitkan dari Borneo FC. Keputusan berani pelatih asal Brasil itu membuka jalan bagi tiga penggawa lokal untuk membuktikan kemampuan mereka di lapangan.
Anwar Rifai menjadi salah satu pemain yang paling menonjol dari trio tersebut.
Dalam dua laga terakhir melawan Semen Padang dan Persija Jakarta, dia tampil selama 103 menit, peningkatan signifikan dari empat laga sebelumnya yang hanya memberinya 34 menit bermain.
Rifai menunjukkan ketenangan dan kedewasaan dalam menjaga lini belakang.
Ketika diberi kesempatan tampil sejak awal melawan Persija, dia mampu mengimbangi permainan cepat Macan Kemayoran dengan disiplin dan kerja keras tanpa kompromi.
Sementara itu, Rifad Marasabessy juga tampil meyakinkan dengan catatan 121 menit bermain dalam dua pertandingan terakhir. Ia berhasil mengisi kekosongan peran Bayu Setiawan yang harus absen karena hukuman larangan bertanding.
Rifad tidak hanya solid di pertahanan, tetapi juga aktif membantu serangan dari sisi sayap. Mobilitas tinggi dan keberaniannya melakukan overlap memberi warna baru dalam pola permainan Arema yang sebelumnya cenderung kaku.
Salim Tuharea pun tak mau kalah dalam menarik perhatian. Pemain yang dikenal punya kecepatan dan dribel lincah itu tampil 144 menit di dua laga terakhir dan selalu masuk dalam daftar starting eleven.
Pergerakan Salim kerap merepotkan lawan karena mampu membuka ruang bagi rekan setim. Ia menunjukkan konsistensi dan keberanian dalam duel satu lawan satu, menjadikannya salah satu senjata rahasia Arema jelang derbi Jatim.
Marcos Santos menegaskan, setiap pemain yang turun ke lapangan dipilih berdasarkan kesiapan fisik dan taktik. Ia tidak pernah menentukan starter hanya dari nama besar, tapi dari kerja keras dan pemahaman strategi saat latihan.
Menurut Marcos, ketiganya menunjukkan perkembangan positif dalam waktu singkat. Mereka tampil disiplin, tangguh, dan terus menunjukkan semangat untuk belajar demi mengamankan posisi di tim utama.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
