
Nova Arianto selalu berkelas sedjak jadi pemain. Bek tangguh dan andalan Timnas Indonesia (ig novarianto30)
JawaPos.com - Timnas Indonesia U-17 mencatatkan sejarah dengan meraih kemenangan pertama di ajang Piala Dunia U-17. Namun di balik euforia tiga poin bersejarah itu, ada satu sosok yang pantas mendapat sorotan lebih, yakni Nova Arianto Sartono, pelatih yang dikenal dengan julukan 'Suster Ngesot'.
Julukan unik itu lahir bukan tanpa alasan. Saat masih aktif bermain, Nova kerap merayakan golnya dengan selebrasi khas: ngesot ke pinggir lapangan. Gerakan tersebut mengingatkan publik pada sosok film horor Suster Ngesot yang meledak di era 2000-an, tepatnya melalui film Jelangkung.
Gaya tersebut melekat hingga kini, menjadi simbol ketegasan sekaligus kepribadiannya yang berbeda di dunia sepak bola nasional.
Lahir di Semarang, 4 November 1978, Nova dikenal sebagai salah satu bek tangguh Indonesia pada masanya. Ia menghabiskan sebagian besar kariernya bersama klub-klub besar Tanah Air seperti Persebaya Surabaya dan Persib Bandung, serta menjadi langganan tim nasional pada era 2000-an. Meski berposisi sebagai pemain bertahan, Nova dikenal tajam dalam memanfaatkan bola mati, terutama situasi sepak pojok, ciri khas pemain belakang dengan naluri menyerang tinggi.
Setelah gantung sepatu, Nova tidak meninggalkan sepak bola. Ia menempuh jalur kepelatihan dengan tekad kuat untuk berkontribusi dalam pengembangan generasi muda. Dengan lisensi A AFC di tangannya, Nova mulai meniti karier dari bawah, termasuk sebagai asisten pelatih Indra Sjafri dan Shin Tae-yong di berbagai kelompok usia timnas. Pengalaman ini menjadi fondasi penting bagi gaya kepelatihannya yang kini dikenal tegas, progresif, dan disiplin.
Ditunjuk sebagai pelatih kepala Timnas U-17 pada 14 Februari 2024, Nova membawa pendekatan berbeda. Ia menerapkan sistem progressive possession, gaya bermain dengan penguasaan bola yang dinamis dan serangan cepat ke depan. Filosofi itu menuntut pemain untuk berpikir cepat, bergerak tanpa bola, dan berani menekan lawan di setiap momen.
Tak jarang publik melihat Nova yang keras di pinggir lapangan, marah, berteriak, dan menegur pemainnya langsung. Namun di balik ekspresi galak itu, tersimpan komitmen terhadap pembentukan mental dan karakter pesepak bola muda.
Hasil dari pendekatan tersebut mulai terlihat. Dalam laga terakhir fase grup Piala Dunia U-17, Indonesia menumbangkan Honduras dengan skor 2-1, kemenangan pertama sepanjang sejarah partisipasi Garuda Muda di turnamen dunia. Di tengah tekanan besar dan kritik atas performa sebelumnya, Nova berhasil menjaga fokus timnya tetap utuh.
Bagi Nova, kemenangan ini bukan hanya soal hasil di papan skor, tetapi tentang pembuktian bahwa sepak bola Indonesia bisa bersaing di level dunia. Ia membawa semangat pekerja keras yang dulu ia tunjukkan di lapangan sebagai pemain, kini dalam bentuk bimbingan dari sisi lapangan.
Dengan formasi favorit 5-4-1, Nova menyeimbangkan lini pertahanan solid dengan transisi cepat ke depan. Pendekatan itu menjadi identitas permainan Indonesia U-17 di bawah arahannya: disiplin, berani, dan progresif.
Kini, nama Nova “Suster Ngesot” Arianto kembali menjadi buah bibir. Dari bek tangguh yang terkenal dengan selebrasi uniknya, ia menjelma menjadi pelatih yang menulis sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.
Kemenangan perdana di Piala Dunia U-17 mungkin hanya awal, tapi dedikasi Nova menunjukkan bahwa masa depan Garuda Muda tengah dibangun dengan fondasi yang kuat.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
